Tetangga Tak Peduli Kabar Kematian Dulmatin
Selasa, 01 Feb 2005 17:30 WIB
Pemalang - Karena tidak merasa mengenal dekat, sebagian tetangga Dulmatin tak peduli ada kabar kematian salah satu tersangka bom Bali itu.Seorang tetangga dekat Dulmatin di Kelurahan Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, Slamet (55) menyatakan, mati atau hidupnya Dulmatin tidak berpengaruh apa-apa. Pasalnya, ia tidak tahu banyak soal Dulmatin."Satu kali pun saya tidak pernah melihat wajahnya. Saya tahu wajahnya ya dari media massa. Kata orang yang pernah melihat, wajah Dulmatin berbeda dengan yang ada di media massa," papar Slamet ketika ditemui detikcom di rumahnya, Kelurahan Kebondalem, Pemalang, Selasa (1/2/2005).Terlebih lagi, ungkap Slamet, sebagian warga tidak begitu suka dengan istri Dulmatin. Terutama dalam hal berpakaian. "Dia (istri Dulamtin) kan pakai pakaian yang tertutup banget. Hanya matanya yang kelihatan," tandas Slamet yang juga Ketua RW ini.Slamet mengaku, meski jarak rumahnya hanya beberapa meter, ia tak tahu sedikit pun tentang Dulmatin. Ia baru tahu ketika orang ramai-ramai datang ke rumah Dulmatin dan menyebutkan bahwa tetangganya itu adalah salah satu pelaku Bom Bali.Slamet mengenal Dumatin sebagai Moamar. "Iya, saya tahu dia bernama Moamar. Dulmatin baru saya kenal setelah media massa memberitakannya," tuturnya.Hal sama juga diungkapkan salah satu tetangga Dulmatin lainnya. Lelaki pemilik toko kelontong ini, mengaku sama sekali tak tahu Dulmatin. Ia tahu semua hal tentang Dulmatin dari media massa."Dia sekarang dikabarkan mati kan? Makanya beberapa orang datang ke rumah Dulmatin lagi. Mungkin mereka mengira keluarga Dulmatin ada di sini. Padalah tidak ada sama sekali," paparnya.Ditemui terpisah, Sekretaris Kelurahan Pelutan, Pemalang, Syamsul Dewantara mengatakan, dirinya tak berani bicara soal Dulmatin. Pasalnya, warga yang satu itu memang tidak banyak diketahui. Hanya Lurah yang bisa bicara.Ketika ditanya apa Dulmatin memang terdaftar sebagai warga setempat, Syamsul menyatakan, tidak tahu pasti. "Ketika tinggal di rumah itu, kami tidak tak tahu. Dia tidak mengonfirmasikannya kepada kami," ungkap Syamsul.Dulmatin memang misteri bagi warga setempat. Setahun ia tinggal di rumah baru di Kelurahan Pelutan, Pemalang, tapi tak banyak orang tahu tentangnya. Setelah bom Bali meledak, warga kian tak tahu keberadaan Dulmatin alias Amar Usman alias Moamar alias Djoko Suprianto itu.
(nrl/)











































