Serangan-serangan dari Pendukung Komjen BG, dari Brutus Hingga Demagog

Serangan-serangan dari Pendukung Komjen BG, dari Brutus Hingga Demagog

- detikNews
Jumat, 13 Feb 2015 16:12 WIB
Serangan-serangan dari Pendukung Komjen BG, dari Brutus Hingga Demagog
Komjen Budi Gunawan (Foto: Herianto Batubara/detikcom)
Jakarta - Pendukung Komjen Budi Gunawan tak henti-hentinya menyuarakan dorongan pelantikan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu jadi Kapolri. Pihak-pihak yang menghalangi pun diserang.

Para pendukung Komjen BG memang gigih mendukung jagoannya dilantik Jokowi. PDIP, NasDem, hingga eks KaBIN AM Hendropriyono tak segan melontarkan 'peluru' menyerang pihak yang tak setuju. Peluru-peluru itu ditembakkan ke berbagai penjuru.

Salah satu peluru ditembakkan Hendropriyono. Dia menuding pihak-pihak yang menentang pelantikan Komjen Budi adalah para penghasut yang hanya menginginkan kekuasaan semata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira para demagog, pengamat, demonstran bayaran dan lain-lain yang menebar kebencian, permusuhan, selalu menyalahkan tanpa punya jalan keluar yang sejatinya hanya anti kemapanan, harus dijebloskan ke penjara!" kata Hendro (24/1) lalu.

Istilah demagog dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai sebagai penggerak (pemimpin) rakyat yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat untuk memperoleh kekuasaan. Secara sederhana, demagog tak jauh beda dengan Sengkuni.

Peluru lainnya ditembakkan oleh Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno yang merupakan politikus NasDem. Menko Tedjo menyebut para pendukung KPK yang juga menolak pelantikan Komjen Budi adalah rakyat tak jelas.

"Jangan membakar massa, mengajak rakyat, membakar rakyat. Ayo kita ini, tidak boleh seperti itu, itu suatu sikap pernyataan yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Konstitusi yang akan dukung, bukan dukungan rakyat yang nggak jelas itu," sindir Tedjo. Pernyataan itu dilontarkan di hari yang sama dengan tudingan demagog dari Hendropriyono.

Peluru-peluru lain ditembakkan oleh para elite PDIP, di antaranya oleh Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu. Hari ini, Masinton menyasar kalangan Istana jadi sasaran tembaknya. Dia menyebut ada orang di lingkaran Istana yang menghubungi Ketua DPR Setya Novanto membahas pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai kapolri. Dia menyebut orang itu sebagai Brutus.

"Itu kan bukan Presiden yang telepon. Ndak tahulah siapa, mungkin bagian dari Brutus itu. Yang aku coba tanya ke salah satu anggota Komisi III jadi Pak Novanto bukan ditelepon Presiden, ngakunya sih dari pihak Istana," ujar Masinton hari ini.

Nama Brutus sebenarnya milik Markus Yunius Brutus atau Quintus Servilius Caepio Brutus. Dia adalah seorang senator Romawi yang dikenal oleh dunia modern sebagai pemimpin konspirasi pembunuhan Julius Caesar.

Polemik Komjen Budi Gunawan belum selesai juga hingga kini. Serangan apa lagi yang dilontarkan pendukung Komjen Budi?

(trq/nrl)


Berita Terkait