Keluarga Tak Tahu Kabar Kematian Dulmatin

Keluarga Tak Tahu Kabar Kematian Dulmatin

- detikNews
Selasa, 01 Feb 2005 17:25 WIB
Pemalang - Kabar kematian salah satu pelaku bom Bali, Dulmatin, di Filipina Kamis lalu belum didengar pihak keluarga. Mereka mengaku tidak tahu menahu. Mboten. Mboten ngertos, Mas. (Tidak. Saya tidak tahu)," kata ibu Dulmatin, Yatim dalam bahasa Jawa halusnya ketika ditemui di kiosnya, Jl. Garuda 24 Kompleks Pasar Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (1/2/2005). Ketika ditanya apa dia sudah membaca media massa, Yati menyatakan belum. Tapi ia mendengar informasi dari beberapa orang. Kabarnya, anaknya mati di Filipina. Tapi dia belum memastikan apa itu Dulamtin atau bukan.Sampunlah, Mas. Kulo sampun kesel ditakoni tiang. Kulo mboten ngertos nopo-nopo. (Sudahlah Mas. Saya sudah lelah ditanya banyak orang. Saya tidak tahu apa-apa)," ungkap Yati yang kelihatan menutup diri itu.Ketika didesak dengan pertanyaan lain, Yati enggan menjawab. Ia meninggalkan detikcom dan masuk menuju rumah. Di kios itu, Yati tinggal sendiri. Tak ada satu pun orang yang kelihatan menemani.Hampir setiap orang yang tinggal di sekitar pasar mengenalnya. Begitu bertanya soal Yati, mereka langsung menunjuk Yati, ibunda Dulmatin. Yati berjualan kelontong dan membuka wartel di kios yang juga menjadi tempat tinggalnya itu.KosongSementara, rumah Dulmatin alias Amar Usman alias Moomar alias Djokjo Supriyanto di Jalan Pemali Kelurahan Pelutan, Pemalang, kosong. Sejak peristiwa bom Bali, rumah yang baru selesai dibangun itu ditinggalkan entah ke mana."Sudah lama rumah itu kosong, Mas. Tak ada satu pun anggota keluarga yang terlihat menjenguk. Barang-barangnya sudah diangkuti orang-orang," kata Syarifuddin (50), warga Kebondalem Pemalang.Lelaki yang tinggal sekitar 50 meter dari rumah Dulmatin itu mengungkapkan, tak banyak orang tahu soal keberadaaan pelaku bom Bali itu. Warga juga tak banyak tahu secara langsung wajah Dumatin dan istrinya.Berdasar pantauan detikcom, rumah Dulmatin terlihat aneh. Pintu depan terpasang jeruji laiknya penjara. Di sekilingnya ditembok rapat dan ada tulisan Amar, Buronan Bom Bali. Beberapa kaca nako depan tampak pecah-pecah. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads