Tebar Ancaman ke Jokowi, PDIP Dinilai Arogan

Tebar Ancaman ke Jokowi, PDIP Dinilai Arogan

- detikNews
Jumat, 13 Feb 2015 14:04 WIB
Tebar Ancaman ke Jokowi, PDIP Dinilai Arogan
Jakarta - Di saat Presiden Jokowi hendak membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri sebagai langkah awal penyelesaian polemik KPK-Polri, PDIP malah menentang. Elite PDIP di DPR bahkan menebar ancaman tak akan tinggal diam. Arogansi si banteng moncong putih ini sangat disayangkan.

Padahal semakin banyak tokoh pro pemberantasan korupsi mendesak Jokowi segera mengambil langkah tegas tersebut. Patut dipertanyakan kenapa PDIP terus mendorong Komjen Budi yang sudah ditetapkan jadi tersangka KPK dilantik jadi Kapolri.

"Arogan sekali, apa sih maunya PDIP?" kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri, Satrio, kepada wartawan, Jumat (13/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai partai pendukung pemerintah, mestinya PDIP di barisan terdepan menghormati keputusan Presiden Jokowi. Tidak teguh pendirian dan terkesan menempatkan Jokowi pada posisi sulit seperti saat ini.

"Hormati Jokowi sebagai presiden dong," katanya.

Presiden Jokowi sudah dipastikan batal melantik Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri setelah adanya kabar dirinya menelepon Ketua DPR Setya Novanto. Namun anggota Komisi III DPR dari PDIP Junimart Girsang mempertanyakan sikap Presiden Jokowi yang menurutnya tak konsisten.

"Dulu beliau bilang menunda sambil menunggu proses hukum, tapi proses ini belum selesai kok sudah mau dibatalkan? Tentu konsistensi seharusnya jadi ciri. Saya yakin Presiden tak bisa didikte," ujar Junimart kepada detikcom, Jumat (13/2/2015).

Anggota Komisi III DPR ini bersikukuh bahwa Presiden wajib melantik BG. Dia beralasan DPR telah memberikan persetujuan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri yang merujuk pada surat rekomendasi Presiden.

"Ini artinya Presiden tak taat hukum. Tentu akan ada konsekuensi politiknya. Kami di DPR tidak akan tinggal diam juga!" imbuh dia.

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads