"Pasti lah ada (ancaman). Ya macam-macam, ada yang sms, telepon, bahkan datang ke kediaman," kata Haryono saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/2/2015).
Haryono sadar hal tersebut merupakan konsekwensi dari tugasnya sebagai pimpinan lembaga anti korupsi. Ia merasa beruntung lingkungan tempat tinggalnya termasuk memiliki tingkat kekeluargaan yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetangga suka saling jaga. Polsek juga rutin melakukan patroli, kadang malam-malam, kadang pagi-pagi dia datang lagi," lanjutnya.
Tak lagi menjadi bagian dari KPK bukan berarti ancaman itu benar-benar hilang. Haryono menyatakan ada saja orang yang menyangkanya masih menjadi bagian KPK.
"Ada saja orang yang sms, nyangka saya masih di KPK, memaki maki, marah-marah," tuturnya.
Terkait adanya informasi penyidik KPK yang hilang dan sampai sekarang belum kembali, Haryono mengaku tak tahu. Namun ia tak membantah jika memang banyak hal aneh yang kerap diterima oleh para pegawai KPK.
"Setahu saya kalau sampai hilang dan nggak ketemu itu nggak ada ya. Kalau pun benar, pasti KPK tidak akan tinggal diam," tuturnya.
(rna/kha)










































