Jangan Lihat Kekerasan TNI Saja

Wawancara Sjafrie Sjamsoeddin:

Jangan Lihat Kekerasan TNI Saja

- detikNews
Selasa, 01 Feb 2005 15:05 WIB
Jakarta - Pemberitaan mengenai penangkapan Koordinator Government Watch (Gowa) Farid R Faqih dinilai terlalu menyudutkan TNI. Kekerasan yang dilakukan anggota TNI lebih ditonjolkan dari pada kasus penggelapan dana bantuan oleh Farid.Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin kepada detikcom saat berbincang-bincang melalui telepon, Minggu (30/1/2005) pukul 21.20 WIB. Berikut perbincangan lengkapnya:Pendapat anda tentang kasus ini?Ada dua kasus yang harus ditindaklanjuti secara hukum, bahwa yang terjadi pada 26 Januari lalu. Pertama adalah kasus penimbunan barang yang tidak sah, kedua kasus penganiayaan. Untuk penganiayaan, pelakunya yaitu Kapten Syuaeb sudah mengakui kesalahannya.Pelaku penganiayaan bertanggung jawab atas segala konsekuensinya dia melakukan itu. Hal itu karena dia merasa bertanggung jawab atas barang-barang yang diserahkan kepada dia. Kedua, dia mengalami suatu kondisi-kondisi yang memancing emosional kepada dirinya.Saya tidak ingin membuat suasana menjadi keruh. Saya hanya ingin menyimpulkan bahwa yang bersangkutan dijatuhi delik hukum penganiyaanpidana oleh PM. Tentunya ini berproses langsung kepada peradilan. Pelaku tahu tindakan itu dilarang tetapi semua itu di luar kekuasaan dia.Bagaimana dengan kasus penimbunan oleh Farid?Untuk penimbunan itu ada faktanya. Bahwa ada di suatu tempat di mana tempatitu berada di luar Lanud Iskandar Muda yang di dalam tempat atau gudangtersebut banyak tertimbun barang-barang milik orang lain, termasukbarang-barangnya TNI yang di mana pada saat itu orang sedang sibukmencarinya. Antara lain obat-obatanan, alat masak, untuk korban tsunami dari ibu-ibu Dharma Pertiwi. Dan ternyata juga ada barang milik pemerintah Taiwan.Benar barang-barang tersebut berserakan di Lanud Iskanda Muda?Bila dibilang barang-barang itu berserakan sulit dipahami. Itukan pangkalan TNI masa berserakan? Sebaliknya barang-barang itu sudah disiapkan, jadi tidak bisa nyelonong keluar begitu saja dengan membawa barang-barang dari sana. Bargan-barang itu jelas tujuannya. Dam ternyata setelah diperiksa ada ketegangan yang pada akhirnya menimbulkan pemukulan.Sanksi bagi anggota TNI yang terlibat pemukulan?Saya belum mengerti apa sanksinya. Tetapi begini, saya agak heran kenapa yang ditanya itu kekerasannya saja. Pemukulan itu jelas dilarang dan harus dihukum tapi permasalahan penimbunan logistik itu juga harus dihukum. Saya mengharapkan bahwa pemberitaan yang ada sekarang cover both side. Kenapa harus menyudutkan TNI dan akhirnya mau mensomasi Panglima TNI?.Jadi benar barang-barang di sana tidak pernah berserakan?Memang ada satu kejadian yakni obat-obatan dari Portugal. Bantuan itudiletakkan di depan VIP Lanud Iskandar Muda, tidak diangkat sehingga alat itu sempat rusak karena dan kehujanan. Tetapi alasan pada waktu itu karena Portugal tidak mau menyerahkan kepada orang yang tidak tepat.Kepentingan Kapten Syuaeb sendiri?Pak Syuaeb ini mengawal dari Jakarta. Dia ini perwira yang ditugaskan untuk bertanggung jawab mengantar obat dari Jakarta ke Iskandar Muda. Kebetulan dia itu orang Aceh, secara pribadi dia memiliki tanggung jawab agar barang tersebut tidak jatuh ke tangan GAM. Tapi dia menemukan barang-barang itu di truk yang dipinjam Farid Faqih. Padahal barang itu ada tulisannya, dan pada akhirnya muncul kata-kata itu yang memancing emosi Pak Syuaeb.Gudang Farid sendiri itu di luar Lanud Iskandar Muda. Makanya begitu trukkeluar dari Lanud dan suratnya diperiksa, ternyata tidak ada suratnya. Tetapi jelas ada tulisannya itu adalah barang TNI.Benar Farid Faqih sudah berkoordinasikan dengan TNI?Jadi begini, ini memang ada fakta yang dihilangkan. Kita kan mau yangclear dan tidak ingin memperkeruh suasana. Informasi bahwa Farid Faqih sudah mendapatkan izin dari saya itu juga merepotkan. Sebab situasi seperti itu ternyata tidak pernah ada. (djo/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads