Raja Nepal Pecat Pemerintah
Selasa, 01 Feb 2005 14:06 WIB
Jakarta - Raja Nepal, Gyanendra memberhentikan pemerintah dan mengambil alih kekuasaan untuk tiga tahun mendatang. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya perang sipil dengan para pemberontak Maoist.Demikian diberitakan stasiun televisi India, NDTV seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (1/2/2005).Monarki Nepal mengumumkan pembubaran pemerintah karena dituding gagal mengadakan pemilihan parlemen dan mengembalikan perdamaian di negeri Himalaya itu.Gyanendra membantah pemecatan yang dilakukannya sebagai sebuah kudeta. Meskipun para tentara mengepung rumah Perdana Menteri (PM) Nepal Sher Bahadur Deuba dan pemimpin-pemimpin pemerintahan lainnya."Kabinet baru akan dibentuk di bawah kepemimpinan saya," ujar Raja Gyanendra yang menuduh partai-partai politik telah membawa kerajaan itu masuk ke dalam krisis. "Ini akan memulihkan perdamaian dan demokrasi efektif di negeri ini dalam tiga tahun mendatang," imbuhnya.Para pemberontak Maoist telah mengangkat senjata sejak tahun 1996 silam untuk mengganti monarki Nepal menjadi republik komunis. Pemberontakan tersebut telah merenggut sekitar 11 ribu jiwa.Ini merupakan kali keempat Raja Gyanendra memecat PM Nepal dalam waktu kurang dari tiga tahun. Nepal tidak memiliki parlemen sejak tahun 2002.
(ita/)











































