Ini Penjelasan Dokter Hewan soal Matinya Hiu Paus di PLTU Paiton

Ini Penjelasan Dokter Hewan soal Matinya Hiu Paus di PLTU Paiton

- detikNews
Rabu, 11 Feb 2015 16:59 WIB
Ini Penjelasan Dokter Hewan soal Matinya Hiu Paus di PLTU Paiton
Hiu paus yang terjebak di PLTU Paiton (Foto: M Rofiq/detikcom)
Probolinggo - Hiu paus yang terjebak dan mati di kanal PLTU Paiton, Probolinggo, mengalami beberapa luka di sekujur tubuhnya. Kondisi itu memicu ia tak bisa bertahan lama. Kenapa ia terluka?

Pemeriksaan hiu dilakukan dokter hewan dan World Wildlife Fund (WWF). Juga disaksikan PLTU dan pihak terkait. Tim medis pemeriksa satwa, Drh Dwi Suprapti, mengatakan, tubuh hiu terluka cukup parah. Ada luka sayatan berukuran 4 cm dan memanjang serta berkedalaman 27 cm.

"Diakibatkan oleh benda tajam," kata Dwi tanpa merinci jenis atau sumber benda tajam tersebut, Rabu (11/2/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi menambahkan hiu terjebak dalam waktu lama sehingga stres dan menurunkan tingkat kekebalan tubuh. Selain itu, di bagian tubuh ikan seberat 6 ton itu juga ada jamur.

"Jadi otomatis hiu itu tidak mungkin bertahan lama hidup di intake kanal PLTU Paiton," imbuh Dwi.

Berdasarkan observasi, sebelum dievakuasi, ikan pemakan plankton itu telah mati selama 8 jam. Kemudian, ikan dengan nama asing 'whale shark' itu dikuburkan di area penampungan batu bara PLTU Paiton, Selasa (10/2) petang.

Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Sudirman Saad di akun twitternya, Rabu (11/2/2015), menyebut berbagai upaya telah dilakukan agar hiu tersebut keluar dari kanal. Mulai dari menggiring hingga menggunakan crane. Namun sang hiu tak bisa kembali ke muara dan akhirnya menemui ajal di kanal.



(bdh/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads