Tim 9 Lapor ke Jokowi Soal Ancaman yang Diterima Penyidik dan Staf KPK

Tim 9 Lapor ke Jokowi Soal Ancaman yang Diterima Penyidik dan Staf KPK

- detikNews
Rabu, 11 Feb 2015 16:53 WIB
Tim 9 Lapor ke Jokowi Soal Ancaman yang Diterima Penyidik dan Staf KPK
Jakarta - Tim 9 telah mendapatkan informasi soal para penyidik dan pegawai KPK yang mendapat berbagai ancaman dalam seminggu belakangan ini. Bahkan informasi itu sudah terkonfirmasi dari pengakuan para penyidik dan pegawai kepada tim 9. Tim yang diketuai Ahmad Syafi'i Ma'arif itu akan segera memberitahu Presiden Joko Widodo soal ancaman ini.

"Ya tentu akan kita sampaikan kepada presiden sebagaimana mestinya," kata anggota tim 9, Jimly Asshiddiqie di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015).

Setelah dari KPK, Tim 9 langsung akan menuju kantor Komisi Yudisial untuk membahas soal proses persidangan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan. Setelah itu, baru tim 9 akan menemui presiden untuk memberitahu soal ancaman serius yang ditujukan kepada para penyidik dan pegawai KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oh ya, sekarang ini diundang oleh KY. Kita akan adakan pertemuan dengan KY dulu‎," jelas Jimly.

Mantan Ketua MK itu mengingatkan, aksi ancaman terhadap penyidik adalah melanggar hukum. Aksi ancaman itu juga bisa dikategorikan obstruction of justice.

"‎Dengan ancaman ini, saya rasa semua pihak harus mawas diri dan kita harapkan nanti presiden akan mengambil langkah yang berarti," tegas Jimly.

Berbagai ancaman memang diterima para penyidik dan pegawai KPK seminggu belakangan ini. Ancaman-ancaman itu berupa SMS, telepon, bahkan sampai ada yang dibuntuti.

Kini, bola ada di tangan Presiden Jokowi. Apakah akan mengambil langkah untuk menyelesaikan semua ketegangan ini, sehingga secara otomatis ancaman terhadap penyidik akan mereda. Atau presiden malah memilih langkah untuk tetap membiarkan ketegangan terjadi.



(kha/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini