"Kita upayakan pemeriksaan kejiwaan dari psikiater," kata Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Asep Amar di Mapolrestabes Bandung, Rabu (11/2/2015).
Asep menyebut sejauh ini pihak keluarga bisa kooperarif. Depresi melanda Handy setelah ibu kandungnya meninggal beberapa minggu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep menjelaskan uji lab berlangsung di RS Immanuel Bandung pada Selasa (10/2) malam. Ada empat parameter yang digunakan berdasarkan sampel air seni milik Handy. Pengujian parameter itu terdiri amphetamine (ekstasi), opiates (morphin), cannabinoid (ganja) dan benzodiazepin (pil koplo).
"Empat parameter itu semuanya negatif," ujar Asep.
Kecelakaan beruntun terjadi pada Selasa (10/2), sekitar pukul 15.30 WIB. Pengemudi Honda Jazz hitam nopol D 1558 L, Handy, menyenggol pintu depan bagian kanan mobil Ertiga D 1253 QK di depan Plaza Parahyangan. Sejumlah pemotor dan polisi mengejar lantaran Handy terus memacu gas.
Dia berbelok ke Jalan Dalem Kaum, lalu mengarah ke Simpang Lima atau Jalan Karapitan. Masa terus mengubernya. Kendaraan Handy belok ke Jalan Asia Afrika, tepatnya di depan kantor ACA Asuransi menyerempet dua pengendara sepeda motor. Bukannya berhenti, Handy malah kabur ke arah Jalan Sudirman. Lagi-lagi Jazz menyeruduk Toyota Avanza.
"Setelah itu mobil Jazz masuk ke parkir Hotel Perdana Wisata (Jalan Sudirman). Di lokasi itulah Jazz berhenti setelah menabrak Mercy yang sedang parkir," tutur Asep.
Amarah massa tak terbendung lantaran aksi ugal-ugalan Handy. "Ada massa yang memukulnya. Wajah dia (Handy) berdarah," kata Asep.
(bbn/try)











































