Kisah Mahasiswi Trisakti Menerjang Banjir Selama 2 Hari

Kisah Mahasiswi Trisakti Menerjang Banjir Selama 2 Hari

- detikNews
Rabu, 11 Feb 2015 14:18 WIB
Kisah Mahasiswi Trisakti Menerjang Banjir Selama 2 Hari
Jakarta - Kawasan Grogol di Jakarta Barat bagai 'kota air' pada Senin dan Selasa (9-10/2). Banjir merendam tak hanya permukiman tapi juga 'menenggelamkan' aktivitas warga. Seperti kisah mahasiswi STIE Trisakti bernama Claudia Valentina yang harus berjuang menerjang banjir selama dua hari tersebut.

Claudia berbagi kisahnya menghadapi banjir melalui surat elektronik kepada detikcom, Rabu (11/2/2015). Mahasiswi itu memulai cerita pada Senin (9/2) lalu.

"Saya berangkat ke kampus Grogol dari rumah di daerah Karawaci, Tangerang, pukul 09.00 WIB," kata Claudia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langit kala itu dihiasi awan-awan suram yang menghujamkan titik-titik air. Walau begitu, Claudia tetap melaju dengan motornya, sejumlah genangan ditemui dan diterjang. Namun, ia sampai di kampusnya 2 jam kemudian karena padatnya lalu lintas di tengah hujan dan banjir.

"Padahal biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan motor, lewat Jalan Daan Mogot," ujar Claudia.

Begitu tiba di kampus, kelas hanya diadakan hingga siang hari karena akses ke kampus yang sulit.

"Saya baru beranjak dari kampus sekitar pukul 18.00 WIB karena menunggu hujan reda. Genangan banjir pun sudah memasuki halaman depan kampus," ucap Claudia.

Air semakin menutup ruas Jl Kyai Tapa, di depan kampus STIE Trisakti, saat itu. Claudia nekat menembus banjir dengan memainkan throttle motornya, agar air tak masuk melalui knalpot motor. Sekitar pukul 20.30 WIB, Claudia baru sampai di Jl Daan Mogot, depan gedung Indosiar.

"Saya pun harus menghirup gas knalpot dari kendaraan lain dan kepala sudah pusing, terutama ketika berada di dekat bus kota. Akhirnya saya memutuskan untuk menginap di tempat kerabat di seberang Indosiar, pukul 21.00 WIB baru sampai," kata Claudia.

Keesokan harinya, Selasa (10/2), kegiatan perkuliahan diliburkan karena kampus sudah terendam banjir. Claudia pun memutuskan pulang ke rumah orangtuanya di Karawaci, dan bersiap-siap pada pukul 09.00 WIB. Langit tampak cerah kala itu, dan Claudia berangkat menuju Karawaci pada pukul 10.00 WIB.

"Saya berangkat, isi bensin penuh untuk jaga-jaga. Dari fly over Pesing hingga perempatan Cengkareng banjir menggenang setiap jalan, selain yang sudah dicor," ujar Claudia.

Bersama motornya, Claudia melaju di jalan yang sudah dicor, seperti jalur TransJakarta. Akan tetapi, ketinggian air menutup separator busway di sisi kiri. Claudia tak bisa melihat separator itu, ia terjerembab.

"Saya sempat jatuh dari busway ke jalur luar karena banjir yang dalam. Perbatasan busway tidak begitu terlihat. Beruntungnya selama melewati banjir, motor saya tidak pernah mogok dan selalu tetap bisa menyala," ujar Claudia.

"Walau pun buku-buku saya di dalam boks basah semua akibat kemasukan air ketika jatuh, saya tetap beryukur dapat sampai di rumah dengan selamat pukul 11.00 WIB, dengan biru-biru di kaki," tambahnya.

Hingga Rabu ini, kawasan kampus Trisakti masih terendam banjir.


(vid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads