"Untuk sementara ini, teman-teman lagi mencermati, apakah pergeseran orbit ini mengakibatkan pergeseran komitmen, visi, dan misi yang diemban," kata senior PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi, Rabu (11/2/2015).
Yang dimaksud pergeseran 'orbit trio singa' itu adalah bergeraknya mereka dari tim pemenangan Jokowi-JK di Pilpres 2014 menjadi orang lingkar dalam Istana Kepresidenan. "Kalau orbitnya mengalami pergeseran ya wajar saja. Orbitnya sekarang lebih banyak berkomunikasi dengan jaringan kepresidenan. Kalau dulu masih di parpol dong orbitnya," kata Hendrawan.
Tak masalah ada pergeseran 'orbit'. Namun bila pergeseran orbit itu mengakibatkan pergeseran komitmen sebagaimana dituangkan dalam Nawacita PDIP, maka partai harus bersikap.
"Seharusnya masing-masing mawas diri dan introspeksi," kata Hendrawan.
Untuk internal PDIP, pencermatan pergeseran komitmen sudah dilihat oleh politikus PDIP Effendi Simbolon dan Masinto Pasaribu. Namun tak semua kader melihat ada pergeseran komitmen.
"Kalau berdasarkan parameter sudah ada yang berubah komitmen dan tidak sesuai Nawacita, tentu pada saatnya kita buat perhitungan," kata Hendrawan.
Menurut Hendrawan, meski dorongan reshuffle kabinet menarik namun ide itu tak perlu dieksekusi dengan tergesa-gesa. Harus ada pencermatan yang pasti sebelum melakukannya.
"Reshuffle ide menarik dibicarakan, tapi terlalu berisiko kalau dilakukan dengan tergesa-gesa," tandas Hendrawan.
(dnu/van)











































