"Tidak perlu untuk tes keperawanan, karena itu kan sangat-sangat pribadi sekali. Ini sudah banyak pembahasan, buat saya sudahlah, terlalu amat pribadi dan tidak krusial sekali untuk diperdebatkan," ujar anggota Komisi X Eko Hendro Purnomo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Anggota DPR yang akbrab dipanggil Eko Patrio ini juga menilai tes keperawanan bukanlah hal yang produktif. Pasalnya bisa saja hal tersebut terjadi bukan karena hubungan seks bebas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih perawan atau tidak menurut Eko bukan menjadi dasar siswa tidak memiliki prestasi. Bagi komedian ini, kemampuan siswa adalah yang utama.
"Kalau pun bicara tidak perawan itu, bukan berati dia nggak produktif, (bisa jadi) dia aktif dan dia pintar. Iya yang terpenting, kemampuan. Kalau bicara setelah itu, moral kembali lagi ke sekolah tersebut, dan pendidikan orang tersebut," tutup Eko.
Sebelumnya pada Rabu (4/2) yang lalu, Komisi D DPRD Jember pada Rakor Baleg bersama Diknas mengusulkan membuat Raperda Akhlakul Karimah. Salah satu isinya adalah mengenai keperawanan yang dijadikan syarat kelulusan sebab ada anggapan bahwa Siswi SMP dan SMA di Jember sudah banyak yang melalukan seks bebas.
"Yang membuat tercengang lagi mereka itu telah berhubungan beberapa kali dengan pasangan yang berbeda," tukas anggota Komisi D DPRD Jember, Habib Isya saat itu.
(ear/mok)










































