Sebagian warga masih mengungsi ke posko banjir terdekat namun tenda posko yang ada tak cukup untuk menampung warga di 4 RT.
"Saya lebih memilih di rumah karena tenda yang ada di posko tidak mencukupi. Jadi (tenda posko) dikhususkan untuk anak-anak dan ibu-ibu," kata Firman di lokasi posko banjir di pelataran Apartemen Victoria, Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (11/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah terendam di lantai satu tapi barang-barang sudah diangkat ke lantai dua," ujarnya.
Warga RT 09/02 Rawa Buaya bernama Fifi juga mengeluhkan posko banjir yang tak sebesar perkiraannya. Padahal ia mengaku tak mudah keluar dari rumahnya yang terendam banjir untuk mengungsi ke posko di usia 40 tahunan.
"Kenapa tendanya cuma dua? Sementara saya sudah 40 tahun, repot, mau keluar rumah saja susah banget," ucap Fifi.
Pantauan di RW 02 Rawa Buaya, banjir masih merendam 4 RT yakni RT 14, RT 10, RT 09 dan RT 03 dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 cm hingga 50 cm. Sejumlah anak-anak tampak bermain dengan air banjir berwarna gelap tersebut yang menampakan tanda-tanda surut.
"Sudah tiga hari banjir di sini. Selasa (10/2) kemarin paling tinggi, banjir sampai 100 cm," ujar Fifi.
Banjir yang merendam Jl Daan Mogot ke arah Cengkareng kini sudah surut dan berubah menjadi genangan. Kendaraan bermotor roda dua dan roda empat mulai melintas di ruas jalan tersebut.
(vid/nrl)











































