5.000 Buruh Bekasi Ancam Demo Gedung Sate Bandung
Selasa, 01 Feb 2005 12:49 WIB
Bandung - Sekitar 5.000 buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Bekasi mengancam melakukan aksi demontrasi di depan Gedung Sate (kantor Gubernur Jabar) Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (2/1/2005). Aksi ini juga didukung oleh Serikat Pekerja Nasional Kabupaten/Kota Bandung-Cimahi serta elemen buruh dari FSPMI, KSPSI,SPN,SBMM, dan GSPMI.Dalam aksi ini, mereka meminta agar Gubernur Jawa Barat segera menindaklanjuti surat rekomendasi Bupati Bekasi. Dalam surat no 561/1998/Disnaker/2004 diaturu pah berdasarkan jenis industri di Kabupaten Bekasi sebesar Rp 733 ribu.Hingga saat ini Gubernur Jawa Barat melalui Disnaker Jawa Barat menolak rekomendasi surat dari Bupati Bekasi tersebut. "Ini terkesan melempar bola saja. Kalau masih menolak, rencananya Bekasi akan bergabung dengan DKI saja," ujar Waras Warsito, Ketua DPC SPN Kabupaten Bekasi. Menurutnya, titik masalah berada di Dewan Pengupahan Disnaker Jawa Barat.Rencananya buruh dari Bekasi akan datang secara bergelombang. Dalam pantauan detikCom puluhan buruh dari SPN Kabupaten Kota Bandung-Cimahi sudah terlihat. Polisi juga menambah kekuatannya dengan memasang barikade di dalam pagar Gedung Sate Bandung.Aksi ini akan berlangsung hingga empat hari. Rencananya mereka akan mendirikan tenda sebanyak 20 buah. Puluhan bendera SPN dipasang di pagar gedung. Mobil untuk orasi dari SPN FKK PT DI juga dikerahkan. Beberapa bus mulai terlihat berdatangan.Saat ini buruh yang menjadi organisasi buruh yang menggelar demo tercatat 178.459 orang. Mereka bekerja di kawasan industri di Bekasi."Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bekasi sangat baik. Kita punya data pertumbuhan ekonominya. Jangan lupa di Bekasi itu ada 1.368 perusahaan dan 6 kawasan industri. Berapa besar sumbangan APBD-nya bagi Jawa Barat dan Bekasi?" tanya balik Waras Warsito.
(nrl/)











































