Azyumardi: Kasus Farid Faqih Tunjukkan Arogansi Militer
Selasa, 01 Feb 2005 12:47 WIB
Jakarta - Asyumardi Azra, Rektor Univeristas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah menilai penegakan hukum 100 hari SBY masih mengecewakan. Salah satu indikasinya yakni kasus penganiayaan yang menimpa Koordinator GOWA Farid Faqih."Masih merajalelanya main hakim sendiri seperti hal kasus yang dialami Farid Faqih, itukan menunjukkan arogansi kemiliteran," kata Azyumardi kepada detikcom di sela-sela seminar "On Multi Faith Education for Harmony and Peace" di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta, Selasa (1/2/2005).Mengaca dari kasus Farid itu, Azyumardi berpendapat penegakan hukum masih harus dibenahi. Menurutnya perlu dilakukan reformasi budaya di lingkungan aparat polisi maupun tentara. Azyumardi setuju dengan rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengganti pimpinan TNI dan Polri. Dia meminta pimpinan TNI dan Polri diganti orang-orang yang reformis yang bisa mengubah budaya brutal di dua lembaga itu. "Kita mengharapkan penggantinya orang-orang reformsi yang bisa mengubah budaya military brutalism atau pun police brutalism itu menjadi budaya yang berdasarkan keadaban dan kepatuhan kepada hukum," katanya.Sementara dari sisi ekonomi, Azyumardi juga menilai pemerintahan SBY belum berhasil. Buktinya tingkat pengangguran masih tinggi.
(iy/)











































