"Kita tunggu, kita tunggu tujuh hari somasi kita, kita minta kepada perusahaannya untuk meminta maaf secara terbuka," ungkap Retno di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).
Dia menjelaskan bahwa ketika iklan tersebut mencuat hingga diketahui masyarakat Indonesia, kritikan pun menghujani. Pemerintah RI langsung menghubungi pemerintahan Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga sudah jump in, kita juga mensomasi perusahaan tersebut. Jadi sudah, sudah selesai," pungkas Retno.
(bpn/fdn)











































