"Saya tidak tahu, saya hanya dapat info dari Twitter, dan Kompasiana," ujar Denny usai mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).
Denny mengatakan, dirinya siap dengan segala risiko jika benar terbukti terlibat korupsi. Diduga, dia dijerat dengan kasus Payment Gateway semasa dirinya menjabat sebagai Wamenkum HAM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku kira di Bareskrim sudah jalan. Saya siap dengan segala risiko. Saya nggak tahu. Saya dapat info dari Twitter, Kompasiana. Ada yang sebut saya. Saya merasa terhormat saja. Payment Gateway. Saya ingin ada pelayanan publik yang baik dii Kemenkum HAM. Yang bayar manual secara online. Itu pasti ada cas. Itu yang dikira memperkaya orang lain," jelasnya.
"Saya panggil Risma, teman-teman di kereta api (PT KAI). Sarannya itu. Gimana pembayaran online," terang Denny.
(jor/bar)











































