Gedung Lawang Sewu merupakan kantor perusahaan kereta api swasta pertama kalinya di Indonesia. Gedung ini dibangun pada tahun 1904 pada masa penjajahan Belanda.
Belakangan, minat wisatawan mengunjungi gedung bersejarah tersebut cukup tinggi yaitu mencapai 483.068 orang selama tahun 2014. Sementara pada tahun 2013, jumlah wisatawan yang mengunjungi bangunan yang terletak di pusat Kota Semarang tersebut sebanyak 233.559 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT KAI juga telah melakukan revitalisasi Museum Ambarawa yang kini menjadi Museum Kereta Api Indonesia. Museum ini terletak di jalur bersejarah yaitu Stasiun Tuntang, Stasiun Ambarawa, Stasiun Jambu dan Stasiun Bedono.
"Selain sebagai stasiun, kami juga melayani kereta wisata sejarah dengan jalur Ambarawa-Tuntang," kata Sapto.
Kereta wisata berkapasitas 120 orang ini beroperasi secara reguler pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Tarifnya Rp 50 ribu per orang untuk sekali perjalanan.
"Kami juga menyewakan kereta lok uap dan lok diesel secara rombongan dengan tarif berbeda-beda," ujarnya.
Untuk lok uap kapasitas 40 orang disewakan dengan harga Rp 10 juta. Sementara kapasitas 80 orang Rp 12,5 juta dan kapasitas 120 orang disewakan dengan harga Rp 15 juta.
Sedangkan untuk lok diesel berkapasitas 40 orang disewakan dengan harga Rp 7,5 juta. Kapasitas 80 orang, Rp 10 juta dan kapasitas 120 orang seharga Rp 12,5 juta.
"Ini adalah kereta uap bergerigi satu-satunya di Indonesia. Jadi silakan berkunjung ke sana," ucap Sapto.
(kff/bar)










































