Di lokasi, petugas unit satwa memberikan petunjuk kepada anjing bernama Excel dengan celana dan kaos singlet millik kekasih korban yang diduga kuat menjadi pelakunya. Awalnya anjing pelacak mengendus dari lokasi hingga Jalan Sri Kuncoro dekat Pantura.
Kemudian Excel dibawa lagi ke lokasi dan mengendus ke arah rumah-rumah di sekitarnya. Excel lalu dibawa ke pemakaman mbah Banteng sekitar 200 meter dari lokasi. Anjing itu kemudian berlari ke sisi timur pemakaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Identitas pelaku sudah. Mudah-mudahan tidak lama lagi kami tangkap," kata Djihartono di Mapolrestabes Semarang, Selasa (10/2/2015).
Diketahui korban bernama NH (18) atau akrab dipanggil Ririn Bandungan tewas saat dilarikan ke RS Tugurejo Semarang. Ia dibawa ke RS setelah diduga dianiaya kekasihnya yang sempat dihajar warga dan melarikan diri.
Dari kondisi di lokasi dan bekas luka di kepala korban, diduga korban dibenturkan di tembok berpaku. Meski demikian untuk penyebab pasti tewasnya korban, polisi masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara.
"Diduga dibenturkan ke tembok, ada pakunya. Itu dilihat dari lukanya di kepala, tapi untuk pastinya, menunggu visum," tandas Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto.
(alg/try)










































