Menurut Yasonna, seluruh pihak masih mengupayakan eksekusi secara persuasif. Terlebih lagi melihat massa pendukung Labora yang cukup banyak.
Yasonna menduga sejak awal ada sebuah jaringan yang membentengi Labora. Makanya Labora merasa aman dari proses eksekusi.
"Dari awal, tak mungkin dia bisa aman tanpa ada jaringan yang kelilingi beliau. Ada juga oknum yang bersimpati dengan beliau. Ini yang bikin sulit. Ternyata misalnya soal Labora yang berikan (surat bebas-red) mantan kalapas," papar Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/2/2015).
β
Yasonna berharap Labora bisa segera menyerahkan diri ke pihak kejaksaan. Jika ada proses hukum yang dirasa tak adil, Labora bisa mengupayakan proses lain.
β"Kalau dia rasa ada ketidakadilan ada fakta baru bagus beliau gunakan aturan hukum ketimbang melawan," lanjut Yasonna.
Dia juga mengkritisi Labora yang memilih tampil ke media. "Seolah menantang pemerintah," tandasnya.
(mok/ndr)











































