Di Lukisan ini, Myuran 'Bali Nine' Curahkan Kebingungan Jelang Eksekusi

Di Lukisan ini, Myuran 'Bali Nine' Curahkan Kebingungan Jelang Eksekusi

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2015 14:28 WIB
Di Lukisan ini, Myuran Bali Nine Curahkan Kebingungan Jelang Eksekusi
Lukisan Myuran Sukumaran (Foto: I Made Ardhiangga/detikcom)
Denpasar - ‎Gembong narkoba 'Bali Nine', Myuran Sukumaran (33), memberikan sebuah lukisan berupa gambar wajahnya kepada Ketua umum MPAG (Musyawarah Pelayanan Antar Gereja) Bali, Bishop Ketut Waspada. Lukisan Myuran itu ditujukan sebagai kenang-kenangan. Di lukisan itu, terpidana mati itu curhat tentang penyesalan dan pertobatan.

Ketut Waspada bertemu dengan Myuran dan Andrew Chan di Lapas Kelas II A, Kerobokan Denpasar, Bali, sekitar pukul 09.00 Wita, Selasa (10/2/2015). Keluarga Myuran dan Andrew turut pula hadir. Mereka melakukan doa bersama di dalam lapas.

Ketut Waspada menerima lukisan dari Myuran. Sebuah lukisan dengan Myuran yang plontos dengan background berwarna biru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku melukis saat bingung karena masalah ini," kata Ketut Waspada menirukan ucapan Myuran terkait lukisannya.

Ketut Waspada mengaku menolak eksekusi mati.‎ Alasannya, hukuman mati bertentangan dengan iman dan kepercayaan. Menurut dia, manusia tidak berhak mengambil hak hidup siapapun.

"Siapapun yang sudah merehabilitasi diri dan bertobat patut mendapatkan kesempatan untuk hidup," tegasnya.

Myuran merupakan WN Australia. Dia ditangkap bersama 8 orang lainnya karena menyelundupkan 8,2 kg heroin melalui Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali 2005 silam. Grasinya ditolak Presiden Jokowi. Menurut Jaksa Agung Prasetyo, eksekusi mati gelombang dua akan dilakukan bulan ini.


(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads