Jakarta Banjir, Kepala Dinas Tata Air Akan Rombak Sistem Drainase

Jakarta Banjir, Kepala Dinas Tata Air Akan Rombak Sistem Drainase

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2015 13:48 WIB
Jakarta Banjir, Kepala Dinas Tata Air Akan Rombak Sistem Drainase
Foto: Hasan/detikFoto)
Jakarta - Hujan terus menenerus membuat sejumlah wilayah, termasuk jalan-jalan utama, kebanjiran. Kepala Dinas Tata Air Agus Priono mengatakan, banjir terjadi karena sistem drainase yang buruk.

"Diperkirakan kapasitas drainase sekitar 50- 60 mm‎/hari. Di atas itu banjir," kata Kepala Dinas Tata Air Agus Priono‎ dalam jumpa persnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (10/2/2015).

Dalam jumpa pers ini hadir juga Kepala BPBD Deni Harianto‎,Pengendalian BPBD DKI, Kepala Dinas Sosial Masrokhan. Sedangkan curah hujan kemarin diperkirakan mencapai 170 mm/hari dan curah hujan itu termasuk curah hujan yang tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, Dinas Tata Air akan mengevaluasi seberapa sering curah hujan yang tinggi terjadi di Jakarta. Hasil evaluasi itu akan menentukan apakah hanya akan dilakukan renovasi kecil atau perombakan total pada drainase kota Jakarta.

"‎Kalau sering, kita harus melakukan perombakan total. Kita harus posisikan pompa di tempat strategis supaya penyedotan efektif," sambungnya.

‎Ia mengakui bahwa curah hujan yang terjadi kemarin melebihi kapasitas drainase kota Jakarta sehingga genangan air terjadi hampir di seluruh kota Jakarta. Curah hujan yang tinggi, drainase yang tak dapat menampung semakin diperparah dengan minimnya fungsi pompa air karena pemadaman listrik oleh PLN dengan alasan keselamatan. Karena itu, Pemprov DKI berencana melakukan ‎pembangunan 6 pompa besar di 2015 ini.

"Rencana 6 pompa besar Kemal, Angke, Karan, Marina Gunung Sahari, Sentiong, Sunter hilir. Rencananya start 2015 ini. Jadi nanti kita upayakan kita ada basic design. Diharapkan bisa mengatasi banjir rob," pungkasnya.

(bil/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads