"Kita umrah, haji, ormas Islam terbesar. Tapi di Indonesia belum punya ikon Islam tingkat dunia,"β ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat.
Hal ini disampaikan Komaruddin saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Selasa (10/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Islam di Indonesia selama ini menjadi pengikat kohesi nusantara walau pulau terpencar. Prinsip demokrasi pun telah dipraktikkan sejak dahulu oleh elemen umat Muslim.
Ini yang membuat prinsip demokrasi dapat berjalan dengan stabil di Indonesia.
β"Umat Islam sudah mempraktekkan Prinsip demokrasi, partisipasi, organisasi, laporan pertanggungjawaban, dilaksanakan sejak NU, Muhammadiyah. Itu tumbuh di pengalaman di tanah Air," ulasnya.
Selain Komaruddin Hidayat, hadir sebagai pembicara di antaranya Dosen Sosiologi UGM, Sunyoto Usman, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Tema sesi ini adalah 'Penguatan Peran Sosial Umat Islam'.
(sip/try)











































