Ahok meminta Presiden Jokowi turun tangan agar memberi tahu pihak PLN untuk menyalakan listrik bagi pompa-pompa di Jakarta Utara. Dengan begitu, kawasan Ring-1 tidak kebanjiran.
Ia sebelumnya sempat kesal kepada PLN yang mematikan listrik di Waduk Pluit sehingga pompa tak mampu menyedot banjir. Akibatnya, Istana pun tergenang banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 4 pembelaan Ahok:
1. Pompa Dinyalain
|
|
"Saya minta Presiden, tolong bantu segala cara kasih tahu PLN harus ada listrik untuk pompa-pompa di Jakarta Utara. Juanda tenggelam gak? Gak kan. Istiqlal tenggelam gak? Gak kan. Karena ada pompa. Karena titik lebih rendah kok. Cuma gara-gara Waduk Pluit aja," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), Selasa (10/2/2015).
Dia menyatakan hal tersebut usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sekitar pukul 08.30 WIB dirinya bertolak dari Balai Kota untuk membicarakan hal ini.
"Saya bilang ke Pak Jokowi kalau isu ini (listrik padam) sudah sejak dua tahun lalu," imbuh Ahok.
Dua tahun lalu Jokowi dan Ahok masih berduet memimpin DKI Jakarta. Saat itu pun wilayah jalan protokol direndam banjir karena ada tanggul jebol.
"Dulu PLN bilang saluran listriknya kerendam banjir jadi terpaksa dimatikan. Lalu ditinggikan. Kok sekarang bilang saluran listriknya kerendam lagi? Kan aneh," ucap mantan Bupati Belitung Tinur itu.
Lalu adakah instruksi dari Presiden Jokowi?
"Presiden akan bilang ke PLN khusus pompa-pompa di Utara, tidak ada toleransi dimatikan," jawab Ahok.
2. Minta Maaf
|
|
"Ya saya lagi tunggu. (Jam berapanya) Saya nggak tahu," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).
Menanggapi pendapat Wapres Jusuf Kalla (JK) bahwa Pemprov DKI harus lebih baik dalam menangani banjir yang terjadi, Ahok sempat meminta maaf. Dia pun berharap semua bisa mengerti kalau untuk menangani banjir butuh langkah holistik dan waktu yang tidak sebentar.
"Ya memang. Makanya pertama kita harus minta maaf kepada masyarakat bahwa fakta DKI itu belum bisa menyelesaikan banjir yang aliran kiri (barat) dan aliran kanan (timur). Kita juga sudah mulai menyadari sesuai pesan Pak JK, Jakarta kan terjadi penurunan permukaan tanah jadi kalau mau buka tanah harus pakai pompa di ujung sungai terdekat," lanjutnya.
Suami Veronica Tan itu menyebut permukaan tanah Ibu Kota menurun. Tak hanya itu, Ahok juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di kawasan yang permukaan tanahnya lebih tinggi mau mengalah untuk dibangun sodetan.
3. Listrik Waduk Pluit Diputus
|
|
Bagi Ahok, seharusnya PLN memperlakukan gardu miliknya di Waduk Pluit sama seperti di Istana. Sebab bila tidak, maka air yang ditampung bisa melebihi ambang batas aman.
"Saya sudah ngomong sama Direksi PLN, tolong deh, Waduk Pluit harus diberlakukan sama vital seperti Istana. Istana pernah mati lampu nggak? Nggak kan," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).
"Kalau ada gardu satu rusak nyambungin pakai kabel yang lain. Harusnya Waduk Pluit juga seperti itu. Bagaimana Anda bisa menyatakan ada korslet makanya dimatiin," lanjutnya.
Suami Veronica Tan tersebut menegaskan apabila PLN tidak mematikan aliran listrik, maka banjir di depan Istana dan sekitarnya bisa terhindarkan. "Kalau Waduk Pluit dimatiin, logikanya harus bisa nampung 1,5 juta kubik air supaya pompa nggak begitu besar. Istana nggak mungkin tenggelam selama Waduk Pluit nggak naik ke ketinggian 0 centimeter," tegas Ahok.
"Kemarin sampai segitu karena listrik mati, pompa nggak jalan hujan terus," tutupnya.
Pihak PLN membenarkan pemadaman itu, alasannya demi keselamatan penduduk sekitar Pluit.
4. Tetap Kerja Keras
|
|
Bagaimana tanggapan Ahok terhadap cibiran seperti itu?
"Saya kira masyarakat kita biasa ngomong seperti itu. Kita harus terima makanya kita harus selesaikan mau cibir mau apa selesaikan," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2015).
"Toh kalau mau bandingin, bandingin saja sama gubernur yang dulu sama dia sendiri kalau jadi gubernur," imbuhnya.
Mantan Bupati Belitung Timur itu juga menantang jika mereka yang mencibir yakin memiliki program lebih unggul dan baik darinya, silakan mencalonkan diri jadi DKI 1 pada 2017 mendatang.
"Kalau kamu memang lebih pintar kamu calon gubernur 2017. Kalau saya nyalon lagi nantang saya dengan program Anda. Kita lihat masyarakat lebih percaya omongan bual besar Anda atau saya," sambung Ahok.
Meski menanggapi berbagai cibiran yang diarahkannya dengan santai, tidak demikian dengan aksi suami Veronica Tan tersebut. Dia terus menegaskan dirinya akan terus berusaha bekerja lebih baik lagi dan lagi.
"Santai saja, tapi saya akan tetap kerja keras," pungkasnya.
Halaman 2 dari 5











































