Aksi 'basah-basahan' tersebut dilakukan Selasa (10/2/2015) sekitar pukul 09.20 WIB. Banjir di jalan protokol tersebut setinggi kira-kira 40 centimeter.
"Sejak kemarin kami menurunkan 2.000 personel untuk membantu mengevakuasi banjir dan lalu lintas," ucap Unggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi masih tidak memperbolehkan roda dua untuk melintas karena tingginya genangan. Hanya bus besar yang dapat melintas.
"Kami telah menyiapkan perahu karet untuk membantu yang ingin menyeberang," jelasanya.
Ada sejumlah sebab mengapa Jakarta terendam banjir Senin dan hari ini, antara lain matinya pompa penyedot air. Pompa mati karena pasokan listrik sempat dimatikan oleh PLN dengan alasan keselamatan akibat jaringannya terendam banjir, juga akibat pompa "kelelelahan" setelah disuruh bekerja keras sejak Minggu malam. Faktor lainnya adalah tingginya curah hujan lokal.
(rna/nrl)











































