"Saya ingin usulkan, kita perlu pendekatan konsolidatif. Adanya majelis pimpinan partai politik Islam dan Ormas Islam," ujar Anis.
Hal ini disampaikan Anis saat menjadi pembicara di KUII di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Senin (9/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis menilai, merupakan kesalahan besar jika negara ini membandingkan pencapaian parpol Islam saat ini dengan pencapaian di tahun 1955. Menurutnya, tak ada alat ukur yang bisa dipakai untuk mengukur pencapaian tersebut.
Dia menceritakan saat reformasi 1998, tidak satupun parpol non nasionalis yang disiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa.
"Dari situ bisa dipetakan sebenarnya umat Islam dalam politik melakukan pencapaian yang luar biasa," tuturnya.
"Dari kelompok yang tidak siap, kita mewarisi ideologi kanan kiri dan tengah," kata Anis.
Selain itu, menurutnya, kondisi politik saat ini bisa dikatakan flat. "Sejak awal sampai sekarang, tidak ada parpol yang bisa mencalonkan presiden seorang diri. Politik kita saat ini flat. Kondisi flat ini pencapaian terbesar," ujarnya.
(sip/ndr)











































