"Kejadian jam 9, semua berjalan cepat. Perabotan saya terbawa arus semua," kata salah satu pemilik rumah yang terkena longsong, Jhon Satar Simanjutak saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Senin (9/2/2015).
Dia mengaku selama 40 tahun tinggal di atas bantaran kali Ciliwung tak pernah mengalami banjir atau pun longsor. Namun semenjak ada pengerjaan normalisasi kali Ciliwung, pondasi tanah di rumahnya menjadi rawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu yang dikonfirmasi terpisah, membantah bahwa longsor itu akibat normalisasi Kali Ciliwung yang tak tuntas. Menurut dia longsor tersebut akibat pohon yang tumbang. Alhasil pohon menimpa rumah salah satu milik warga.
"Akibatnya kontur tanah menjadi tidak kuat, lokasinya di RT 06/01 mengenai rumah milik Jhon Satar Simanjutak bagian dapur dan kamar mandi, Roni sebagian rumahnya, Gustac Siringgo sebagian rumahnya, dan Ade Zebua tembok rumah sisi dapur retak," tuturnya.
Bambang mengatakan bahwa musibah longsor tersebut sudah dalam penanganan. Sejauh ini dikatakannya tidak ada korban jiwa. "Cuma kerugian materi tidak ada korban jiwa," tutupnya.
(edo/erd)











































