Di Jalan Dr Eyckman, sebuah jembatan penghubung antara RSHS dan Fakultas Kedokteran Unpad ambruk bagian penutup bawahnya. Bagian yang dipasang di bawah jembatan dan terbuat dari rangka dan lembaran alumunium itu sempat menimpa sebuah taksi yang melintas. Panjang jembatan sendiri sekitar 40 meter dimana bagian yang ambruk sekitar 20 meter.
"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB, ada angin kencang, terus atapnya ambruk," ujar Rohim (31), pedagang baso yang berjualan di sekitaran jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dua gerobak PKL yang berjualan di bawah jembatan juga ikut kena runtuhan. "Gerobak tukang nasi rames dan sirup kena. Gerobaknya hancur, kacanya pecah," tuturnya.
Saat angin bertiup, Rohim mengaku gerobak-gerobak pedagang bergoyang kencang seperti mau ikut terbang.
Tak jauh dari lokasi ambruknya jembatan, di Jalan Sederhana dekat Balai Pengembangan Labkes, sebuah pohon tumbang dan menimpa gerobak pedagang ayam goreng. Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB.
"Pas lagi jualan, tiba-tiba ada suara krekek, terus pohon jatuh," ujar Dani (23) penjual nasi goreng yang berjualan tepat di sebelah penjual Ayam Goreng itu.
Beruntung tempatnya tak kena runtuhan pohon. Sementara gerobak ayam goreng terlihat masih tertutupi dahan dan ranting pohon. Sementara gerobak-gerobak lainnya yang tersimpang disekitar lokasi juga banyak yang rusak, dan kacanya pecah.
Tak sampai 50 meter ke arah Jalan Sukajadi, tepatnya di pertigaan Jalan Pasirkaliki, sebuah billboard berukuran 10 meter x 5 meter roboh ke arah utara akibat terpaan angin kencang.
"Sekitar pukul 17.30 WIB, billboard roboh dan menimpa sejumlah sebuah tempat fotokopi," ujar Nono Sumarno, Kasie Satpol PP Kota Bandung di lokasi.
Tak hanya itu, akibat billboar ini roboh, kabel-kabel listrik jadi ikut tertarik dan sempat menjuntai, melintang di badan jalan.
"Billboard ini juga menimpa CCTV milik Diskominfo dan tiang PLN sehingga listrik di sebagian wilayah mati," terang Nono.
Saat ini, billboard setinggi 15 meter itu tengah dievakuasi dengan cara memotong secara manual dengan alat las pemotong. Tiang yang menjuntai ke jalan kini disangga dengan sebvuah tiang sehingga kendaraan bisa melintas tanpa khawatir. Ditargetkan evakuasi akan dituntaskan malam ini.
(tya/jor)











































