Penasihat PDIP Beberkan Sejumlah Kelemahan Mega

Penasihat PDIP Beberkan Sejumlah Kelemahan Mega

- detikNews
Selasa, 01 Feb 2005 02:42 WIB
Jakarta - Sejumlah kelemahan Megawati dibeberkan Penasihat PDIP AP Batubara. Meski demikian menurutnya, Mega tetap figur partai yang belum ada tandingannya."Megawati masih figur partai yang belum ada tandingannya. Namun Mega kurang ramah dan kurang mendekatkan diri dengan rakyat pendukungnya," katanya.Hal itu disampaikan dia dalam acara diskusi "Merebut kembali suara rakyat tahun 2005" di Gelanggang Remaja jalan Yos Sudarso Jakarta Utara, Senin (31/1/2005) malam. Turut hadir sebagai pembicara pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti, Ketua DPP PDIP Roy BB Janis, dan anggota FPDIP DPR Maringan Pangaribuan."Mega dalam Pilpres 2004 sangat lemah dalam menguasai media, sebagian besar kader partai tidak memberikan dukungan penuh, dana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara efektif dalam arti terjadi penyalahgunaan dana alias korupsi," urai Batubara.Sedangkan kekalahan PDIP dalam Pemilu Legislatif, menurut dia, disebabkan banyaknya calon anggota legislatif dari pusat dan daerah tidak berkenan di hati masyarakat pendukung partai. Contohnya dari Jakarta dan Sumut banyak calon yang di-drop dari atas karena pertimbangan kedekatan maupun materi."Kekalahan Mega juga dikarenakan program-programnya tidak menyentuh hati nurani rakyat, tidak dieksposnya masalah pemberantasan korupsi, dan kurang penekanan terhadap pembangunan daerah, serta kurang perhatian terhadap kesejahteraan rakyat," kata Batubara.Sedangkan Roy kepada wartawan menjelaskan, platform yang akan dijual saat Kongres 28 Maret nanti adalah bagaimana PDIP dapat memenangkan Pemilu 2009 dengan memperbaiki hal-hal yang masih kurang dalam Pemilu lalu, termasuk masalah sistem, ideologi dan sebagainya.Dukung siapa untuk jadi ketua umum PDIP? "Yang punya suara bukan saya," kilahnya. Kira-kira siapa yang pantas jadi ketua umum PDIP? desak wartawan. "Saya tidak boleh mempengaruhi orang. Saya sebagai Ketua DPP kalau mencalonkan orang lain berarti tidak demokratis. Nanti konfercab yang mengusulkan nominasi nama. Soal Sekjen, ketua umum dan sebagainya kongres yang menentukan," tukas Roy. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads