Sepak Terjang Begal di Depok, Mulai 'Berkarir' Sebagai Pemalak di GDC

Sepak Terjang Begal di Depok, Mulai 'Berkarir' Sebagai Pemalak di GDC

- detikNews
Jumat, 06 Feb 2015 17:56 WIB
Jakarta - Tiga tersangka pelaku begal motor yang akhir-akhir ini beraksi di wilayah Depok rupanya masih ABG (Anak Baru Gede) tanggung. Sebelum 'naik kelas' sebagai pembegal, mereka 'berkarir' sebagai pemalak di kawasan Grand Depok City (GDC).

"Mereka ini rekrutan baru. Mereka awalnya suka malak-malakin para ABG yang nongkrong di GDC," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Martin mengatakan, ketiga pelajar SMA dan SMK di Depok ini biasanya setiap malam memalak ABG yang nongkrong di GDC, terutama pada Sabtu malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"GDC itu kan sering dijadikan tempat tongkrongan ABG-ABG sama anak-anak yang pacaran. Mereka-mereka itu suka dimintai uang Rp 2 ribu sama tersangka-tersangka ini," jelasnya.

Para korban pemalakan ketiga tersangka ini sebenarnya masih SMA atau SMP juga. Tetapi, karena postur badan para tersangka, terutama DE yang besar, sehingga membuat takut para korbannya.

Di situ pula, mereka kemudian diperkenalkan dengan komplotan begal kelompok Lampung. "Mereka ini dikenalkan sama teman mereka kepada tersangka C dan A yang masih buron. C dan A ini adalah kelompok Lampung," imbuhnya.

Mereka kemudian diiming-imingi mendapatkan 'pendapatan' lebih besar jika mau ikut gabung bersama kelompok Lampung tersebut. Desakan kebutuhan uang jajan yang lebih membuat mereka tergiur untuk ikut terjun ke dunia kejahatan yang lebih serius.

"Mereka kan alasannya ada yang belum bayar SPP, ada juga yang uang jajannya kecil. Sehingga mereka mau ikut membegal," tambahnya.

Martinus menyebut, ketiga tersangka ikut ke lapangan saat kelompok Lampung melakukan pembegalan di sejumlah lokasi, seperti di Jl Juanda dan wilayah Sukmajaya, Depok. Namun, ketiganya berperan sebagai joki dan yang membawa motor korban setelah korban dilumpuhkan.

"Yang eksekutor yang bawa golok itu tersangka kelompok Lampung yang masih buron," pungkasnya.

(mei/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads