Kalla & Yusuf Islam Hadiri Acara Penggalangan Dana Aceh
Senin, 31 Jan 2005 23:45 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla dan penyanyi Cat Steven yang kini dikenal sebagai Yusuf Islam menghadiri acara penggalangan dana untuk korban tsunami Aceh.Selain mereka berdua, turut hadir sejumlah artis dan pejabat seperti Once Dewa, Sam Bimbo, Helmi Yahya, Wakil Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Sekjen MUI Din Syamsuddin, Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono, serta Menneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.Acara berlangsung di ruang Flores Hotel Borobudur jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (31/1/2005). Para hadirin yang mau menyumbang mengirimkan SMS melalui nomor yang disediakan panitia, yakni 677.Tarian Aceh mengawali acara, lalu diikuti dengan pembacaan puisi dari sastrawan Aceh. Kemudian budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun berdendang dan bersalawat badar diikuti para peserta.Suasana riuh rendah ketika Yusuf Islam naik panggung. Dia menyanyikan 2 lagu berjudul Children on Heaven dan sebuah lagu dari albumnya The Way of Life. Tepuk tangan meriah dari hadirin pun membahana.Saat turun panggung, Yusuf Islam turun panggung dan menghampiri tempat duduk Kalla. Mereka berdua tampak berbincang-bincang. Kalla kemudian meninggalkan lokasi acara sekitar pukul 21.40 WIB. Tak lama kemudian, Yusuf Islam menyusul. Belasan wartawan kemudian menghampiri Kalla dan Yusuf Islam. Namun keduanya tidak bersedia diwawancara.Cat Steven kesohor di jagat musik dunia pada tahun 1960 dan 1970-an lewat lagu-lagu yang diciptakannya, seperti Wild World dan Morning Has Broken. Pria bernama lengkap Stephen Georgiou ini memutuskan masuk Islam dan mengganti namanya dengan Yusuf Islam pada akhir tahun 1970-an.Pada Juli 2000, dia ditolak masuk Israel karena dituding memberikan bantuan dana kepada kelompok Hamas. Dia membantahnya dan menegaskan tidak akan pernah mendukung kelompok teroris.Pada 22 September 2004, dia ditolak masuk AS saat menuju Washington dari London, Inggris. Sebab namanya muncul dalam deretan orang-orang yang diawasi agen federal AS, FBI.
(sss/)











































