Begal Motor Pemburu Sejoli di Bekasi Ditembak Polisi dan Dihajar Massa

Begal Motor Pemburu Sejoli di Bekasi Ditembak Polisi dan Dihajar Massa

- detikNews
Jumat, 06 Feb 2015 11:57 WIB
Begal Motor Pemburu Sejoli di Bekasi Ditembak Polisi dan Dihajar Massa
Jakarta - Kawanan begal motor spesialis pemburu pasangan sejoli, berhasil diringkus aparat Satreskrim Polres Bekasi Kabupaten. Salah satu pelaku, Andrian alias Beke (25) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas polisi karena melakukan perlawanan dengan sebilah celurit.

"Pelaku yang ditangkap ada dua orang, mereka menyasar pemotor yang berpasangan," ungkap Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Isnaeni Ujiarto saat dihubungi detikcom, Jumat (6/2/2015).

Selain Andrian, polisi juga berhasil mengamankan tersangka lainnya bernama Wahyu (24), yang nyaris dibakar warga. Andrian sempat babak belur dikeroyok warga yang kesal dengan aksi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka ditangkap di lokasi kejasian di Kampung Pekopen, Lambangjaya, Tambun Selatan, Rabu (4/2) malam," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bekasi Kabupaten Kompol Wirdhanto mengatakan, kedua tersangka ditangkap setelah membegal sejoli Padri Rahim (18) dan Siti Sri Fajriah (18). Sejoli ini berboncengan motor Suzuki Satria bernopol B 3481 FKT, pada Rabu (4/2) malam itu.

"Mereka habis menghadiri lamaran saudaranya di Grand Wisata, kemudian pulang lewat situ," ungkap Wirdhanto.

Sesampainya di lokasi, motor korban dipepet oleh kedua pelaku. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan sebilah celurit dan mengalungkannya ke leher Padri sambil memintanya menyerahkan motornya. Karena takut, korban akhirnya menyerahkan motornya.

Kedua pelaku kemudian melarikan diri, dan seketika korban berteriak maling. Teriakan korban didengar warga, hingga akhirnya warga membantu mengejar pelaku. Warga menabrak motor yang dibawa oleh Wahyu hingga ia terjatuh.

"Salah satu pelaku sempat dikeroyok warga. Namun untungnya tidak sampai meninggal karena keburu ada anggota lewat yang sedang melakukan observasi," kata Wirdhanto.

Sementara temannya, Andrian, langsung melarikan diri. Tetapi warga dan petugas tidak tinggal diam. Setelah terkepung, Andrian kemudian mengacung-acungkan celuritnya mengancam warga.

Khawatir perbuatan pelaku membahayakan warga, petugas kemudian memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan. Petugas pun memberikan tembakan terarah dan terukur untuk melumpuhkan pelaku. Pelaku pun tersungkur setelah sebutir peluru menerjang betisnya.


(mei/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads