"Menjadi transmigran jelas lebih baik, lebih jelas nasibnya, lebih menjanjikan masa depannya ketimbang menjadi pekerja migran di luar negeri tanpa dibarengi skill yang memadai" kata Marwan dalam rilisnya yang diterima redaksi, Kamis (5/2/2015).
Selain bakal pisah lama dari keluarga, ada kemungkinan juga TKI menerima perlakuan yang kurang manusiawi atau resiko terjerat masalah hukum. Bahkan bukan tidak mungkin mengalami pelecehan seperti iklan RoboVac Malaysia yang menawarkan alat-alat pembersih lantai dan kolam renang, dengan tulisan besar 'Fire your Indonesian maid now!'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program transmigrasi juga berhasil membentuk 1.168 desa, 385 kecamatan, dan 104 kabupaten atau kota baru. Dia berharap program transmigrasi pemerintah ini bisa membuat orang meninggalkan keinginan menjadi seorang TKI.
"Ayo ikut transmigrasi saja, nggak perlu cari kerja ke luar negeri yang banyak masalah itu. Menjadi transmigran langsung dapat perumahan, dapat biaya hidup setahun, dapat pelatihan kerja, modal kerja dan peralatan kerja, dapat lahan yang jika digarap dengan produktif bisa jadi sumber rejeki yang cukup untuk hidup layak dan sejahtera," beber Marwan.
(mok/mpr)










































