Ini Alasan Kompolnas Usulkan Budi Waseso jadi Calon Kapolri

Ini Alasan Kompolnas Usulkan Budi Waseso jadi Calon Kapolri

- detikNews
Rabu, 04 Feb 2015 14:33 WIB
Ini Alasan Kompolnas Usulkan Budi Waseso jadi Calon Kapolri
Kabareskrim Inspektur Jenderal Budi Waseso
Jakarta - Presiden Joko Widodo dipastikan membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Komisi Kepolisian Nasional pun menyiapkan sejumlah nama calon Kepala Kepolisian baru.


Selain empat nama yang sudah resmi diajukan, pada Kamis pekan lalu saat diundang ke Istana Negara, Kompolnas menyampaikan secara lisan satu nama baru ke Presiden. (baca: Soal Kapolri, Kompolnas Sodorkan calon baru ke Presiden)

"Ada nama baru Budi Waseso, yang secara acuan administrasi sudah terpenuhi (bintang 3)," kata anggota Kompolnas Edi Hasibuan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/2/2015).

Pangkat Inspektur Jenderal Budi Waseso dipastikan naik menjadi Komisaris Jenderal setelah diangkat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Edi sesuai dengan Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI, calon Kapolri adalah perwira tinggi Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal dan Komisaris Jenderal.

Secara administrasi kepangkatan Budi Waseso sudah terpenuhi yakni Inspektur Jenderal dan tengah menunggu mendapat Komisaris Jenderal. "Dia pernah menjadi Kapolda Gorontalo," kata Edi.

Syarat itu menurut dia tak hanya berlaku bagi Irjen Budi Waseso, namun juga empat kandidat lainnya yakni; Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Komjen Suhardi Alius, Komjen Dwi Priyatno, dan Komjen Putut Eko Bayu Seno.

Nama-nama tersebut menurut Edi baru akan disampaikan secara resmi setelah ada permintaan dari Presiden Jokowi.

Apakah pengajuan Irjen Budi Waseso tidak akan memantik kontroversi?

"Saya kira semua calon itu memiliki kelemahan dan kekurangan. Lima orang itu sama saja, yang menentukan nanti kan Bapak Presiden," kata Edi.


(erd/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads