"Ada 64 napi yang sudah diputuskan hukuman matinya. Dan lebih mengerikan lagi, sudah di dalam penjara masih bisa mengelola narkoba. Jadi sudah sangat darurat sekali," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di acara Rakernas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2015). Hadir dalam acara tersebut, seluruh gubernur, wali kota dan bupati, lalu ada Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, dan para menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jokowi juga menyerukan agar proses rehabilitasi terus digalakan oleh BNN. Sejauh ini, baru 18 ribu orang yang direhab setiap tahun. Padahal ada 4,5 juta orang yang mengkonsumsinya.
"Oleh sebab itu tahun ini disiapkan langkah cepat, tahun depan loncat lagi 400 ribu, tahun depan lagi lompat lagi, karena kita harus kejar-kejaran dengan angka rehabilitasi," terangnya.
"Tahun ini kalau nanti ada peluang lagi, gedung-gedung di daerah kalau bisa digunakan, gunakan untuk rehabilitasi, pembiayaan dari BNN," imbaunya.
(jor/mad)











































