Soal Nuklir Iran, AS Tetap Tolak Tawaran Dialog Eropa
Senin, 31 Jan 2005 16:28 WIB
Jakarta -
Pemerintah Amerika Serikat terus menolak bergabung dalam upaya diplomatik Eropa guna membujuk Iran menghentikan program nuklirnya. Padahal selama berbulan-bulan, Inggris, Prancis dan Jerman telah berharap untuk meningkatkan kekuatan penawaran mereka terhadap Iran dengan melibatkan Washington dalam dialog soal nuklir Iran.Demikian disampaikan pejabat-pejabat AS dan diplomat asing seperti diberitakan Reuters, Senin (31/1/2005).Upaya itu kian intensif sejak terpilihnya kembali Presiden George W Bush pada November lalu. Dan puncaknya pada pekan lalu dengan kunjungan tingkat menteri Eropa yang menemui Condoleezza Rice, beberapa hari sebelum dirinya dilantik sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) AS menggantikan Colin Powell.Namun sejauh ini, AS masih belum menunjukkan sikap melunak. "Itu yang selalu mereka (Eropa) inginkan," ujar seorang pejabat senior pemerintahan Bush. "(Menlu Inggris) Jack (Straw) datang untuk mengharap Condi (Condoleezza Rice) akan mengubah kebijakan kami dan dia tidak melakukannya," imbuh pejabat yang minta dirahasiakan identitasnya itu.Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Straw dalam kunjungannya, telah menerangkan harapan-harapan Eropa akan adanya negosiasi dengan Iran yang melibatkan Washington. Sebelumnya Menlu Jerman Joschka Fischer telah datang untuk misi serupa.Pemerintah AS mengambil kebijakan yang lebih keras terhadap Iran daripada negara-negara Eropa. Washington terus berupaya untuk membawa kasus nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB guna mendapatkan sanksi. Sementara Uni Eropa bersedia menawarkan insentif ekonomi bagi Iran guna membujuknya agar menghentikan program nuklirnya.Washington bersikeras menuding bahwa Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat aktivitas nuklir yang dijalankannya. Teheran membantah keras tuduhan itu dan menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan sipil.
(ita/)










































