Agar Populer, PPP Harus Dikendalikan Kader Muda

Agar Populer, PPP Harus Dikendalikan Kader Muda

- detikNews
Senin, 31 Jan 2005 16:15 WIB
Solo - Tokoh PPP Solo, Mudrick SM Sangidoe, meminta para tokoh tua PPP rela menyerahkan tampuk pimpinan kepada kader-kader muda. Jika hal tersebut tidak dilakukan dikhawatirkan PPP akan mengalami kemerosotan popularitas di hadapan publik."Saat ini konstituen menginginkan kader-kader muda tampil untuk menyegarkan gerak PPP sebagai partai berasas Islam yang terbesar di Indonesia. Sebaiknya yang tua-tua sudah rela untuk melepaskan tampuk pimpinan dengan memposisikan diri sebagai penasihat saja, yaitu duduk di MPP," kata dia, Senin, (31/1/2005).Menurut Mudrick, para tokoh tua sudah tidak akan mampu lagi mengikuti situasi politik mutakhir di Indonesia. Hal itulah yang telah disadari oleh partai-partai besar lainnya dengan melakukan reformasi kepengurusan. Jika PPP tidak melakukan hal yang sama maka dikhawatirkan salah satu peninggalan Orba itu akan mengalami kemunduran dan kemerosotan popularitas.Namun Mudrik tidak bersedia menyebut siapa tokoh muda PPP yang layak memimpin partai itu dalam lima tahun ke dapan. Dengan diplomatis dia mengatakanh bahwa PPP memiliki sejumlah tokoh muda yang pantas dipilih sebagai ketua umum dan pengurus DPP lainnya dalam arena MLB ataupun muktamar yang dipercepat yang saat ini sedang didesakkan.Alasan serupa juga datang dari Boyolali. Sekretaris DPC PPP Boyolali, Muhammad Amin mengatakan dibutuhkan penyegaran kepengurusan di DPP partainya. "Saat ini dibutuhkan kader-kader muda untuk memimpin partai. Itulah alasan kami mendukung digelarnya MLB," ujarnya, juga tanpa bersedia menyebut nama tokoh muda yang dimaksudkannya.Sementara itu Ketua DPC PPP Solo, Hasan Mulachela, memiliki dasar pemikiran yang berbeda untuk memilih calon ketua umum. Menurutnya, mayoritas pemilih PPP adalah warga NU maka ketua umumnya hampir dipastikan akan berasal dari unsur NU. Sedangkan alasan mendesakkan MLB, baginya lebih didasarkan pada kepengurusan DPP PPP kali ini kurang berhasil dalam bekerja."Ketua umumnya nanti akan tetap berasal dari NU. Entah itu Pak Zarkazih Nur, Pak Tosari Widjaja atau yang lain-lainnya. Untuk Sekjen mungkin dipegang dari unsur Parmusi. Saya sendiri bukan berasal dari unsur NU, tapi menurut saya hal itu tidak menjadi persoalan karena kondisi objektifnya sebagian besar pemilih PPP memang berasal dari NU," kata Hasan. (nrl/)


Berita Terkait