Dulmatin Diduga Kuat Belum Tewas
Senin, 31 Jan 2005 16:06 WIB
Jakarta - Mabes Polri hingga kini belum mendapat informasi resmi dari Filipina mengenai kabar tewasnya otak peledakan bom Bali, Dulmatin dalam serangan di Mindanao. Dugaan kuat yang berkembang justru Dulmatin belum tewas.Sumber kuat detikcom di Mabes Polri meyakini orang yang meninggal dalam dua serangan udara di Mindanao, Filipina Selatan bukan Dulmatin ataupun Umar Patek. Menurutnya Dulmatin tidak ikut gerakan separatis Filipina, MILF yang dibom oleh militer Filipina. "Memang banyak WNI yang mengikuti pelatihan bersama MILF, tapi bukan Dulmatin," kata sumber yang tak mau disebut namanya itu, di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Senin (31/1/2005).Sumber mengaku mendapat informasi langsung dari KBRI di Filipina. Menurutnya, Filipina hingga kini belum mengetahui berapa korban tewas dalam serangan udara tersebut. Filipina kesulitan melakukan identifikasi karena militer tak menjangkau wilayah Mindanao yang terisolasi. "Memang wilayahnya terisolasi sehingga identifikasi korban pun tak bisa dilakukan," katanya. Padahal secara yuridis, kematian Dulmatin harus dipastikan melalui tes identifikasi. Mabes Polri bisa saja meminta sampel darah keluarga Dulmatin untuk kemudian dikirim ke Filipina untuk dicocokkan dengan darah korban yang tewas. "Tapi kecil kemungkinan bisa berhasil dicocokkan dengan mayat yang diduga Dulmatin tersebut karena untuk menjangkau lokasinya saja sulit," kata sumber itu pesimis. Kirim Surat ke InterpolSementara itu Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman mengaku belum mendapat informasi resmi dari pemerintah Filipina maupun Kepolisian Filipina mengenai meninggalnya Dulmatin. "Sampai sekarang belum ada yang berani menyatakan secara resmi yang bersangkutan betul meninggal atau tidak. Kita belum tahu persis kebenaran meninggalnya orang yang diduga Dulmatin itu," kata Paiman dalam konferensi pers di Mabes Polri.Mabes Polri mulai Senin (31/1/2005) ini mengirim surat ke Interpol dan perwakilan Polri di Filipina agar mencari kepastian tewasnya Dulmatin.
(iy/)











































