"Saya rasa penting untuk mengklarifikasi apa yang dia (Hasto) buka kepada publik. Kita ingin tahu benar atau tidak. Kalau itu tidak benar itu sangat mengganggu agenda pemberantasan korupsi," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Benny menyebut permintaan keterangan terhadap Hasto menyangkut KPK secara kelembagaan bukan ranah pribadi antara Hasto-Samad. "Ini bukan soal pribadi ya, karena itu dilakukan oleh pimpinan KPK yang pada saat ini sangat kita percaya sbgaai institusi paling depan untuk memberantas korupsi," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto hari ini diperiksa Bareskrim Polri terkait aduan KPK Watch yang mempersoalkan dugaan pelanggaran Samad karena bertemu pihak terkait perkara. Usai pemeriksaan Hasto mengaku kepada wartawan, dibongkarnya pertemuan dengan Samad berawal dari penetapan tersangka Komjen Budi Gunawan oleh KPK.
"Sekali lagi dari seluruh pertemuan, ada kaitannya dengan BG jadi tersangka. Saat menetapkan agak kesal. Jam 00.30 malam 19 Mei (Samad-red) ungkapan kekecawaan muncul gagal karena BG. Dan saya pribadi dan saya terlibat di dalamnya," jelas Hasto.
Dia mengklaim merasa bertanggung jawab karena yang membangun lobi dengan Samad. Hasto tetap yakin kalau penetapan tersangka Komjen Budi karena kemarahan Samad. Padahal KPK menegaskan penyelidikan sudah dilakukan sejak pertengahan 2014, alias tidak mendadak.
(fdn/trq)











































