"Saya kira kalau pertimbangan asal bapak senang itu yang buat presiden senang saja, tapi kemudian menafikan permasalahan yang dihadapi bisa saja tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah pada saat ini," kata Sri kepada wartawan di kantor Wantimpres, jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).
Guru besar Universitas Gadjah Mada itu mencontohkan, di bidang ekonomi situasi bisa berubah dan berkembang sangat cepat. "Misalnya di ekonomi perubahannya cepat sekali, kalau suhu ekonomi naik, kita katakan tenang, rendah, harus disampaikan, kalau suhu ekonomi naik kita sampaikan, dicarikan solusi," kata Sri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja karena kita juga ingin melihat Indonesia berkembang baik, kita juga proaktif dalam memberikan pertimbangan atau nasihat kepada Presiden mengenai permasalahan yang dihadapi bangsa," kata Sri.
Dewan Pertimbangan Presiden berjumlah 9 orang dengan Sri Adiningsih sebagai ketua. Delapan lainnya adalah Rusdi Kirana, Jan Darmadi, Suharso Monoarfa, Sidarto Dhanu Subroto, Malik Fajar, Subagyo Hadi Siswoyo, Hasyim Muzadi, dan Yusuf Kartanegara.
(mpr/erd)











































