"Pemanggilan saya ini dalam kapasitas saksi, atas dugaan pelanggaran pidana KPK, terkait kasus yang ditangani KPK. Ada 23 pertanyaan," jelas Hasto usai diperiksa Mabes Polri, Selasa (3/2/2015).
Hasto menuturkan, setelah sekian bulan berlalu dia baru mengungkap kasus ini karena penetapan tersangka Komjen Budi Gunawan oleh KPK. Hasto yakin, penetapan tersangka itu karena Samad gagal menjadi Cawapres Jokowi karena dibisiki BG. Walau KPK sudah menyampaikan penetapan tersangka BG atas data LHKPN dan PPATK serta penyelidikan sejak 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan di 6 tempat berbeda, pertemuan itu komunikasi kami sifatnya membangun hubungan antara AS dan kami. Akhirnya juga niatan beliau untuk jadi calon wapres. Satu kesatuan mata rantai tidak ditetapkan jadi Cawapres, ada upaya untuk menyampaikan persoalan pribadi dengan institusi," ujar Hasto.
Menurutnya juga inisiatif pertemuan ada di tangan Samad. PDIP, menurutnya hanya menghormati ajakan Samad.
"Terkait pertemuan yang kami adakan, inisiatif secara lngsung dan tidak langsung oleh Abraham Samad. Saya datang karena hormati beliau, memimpin lembaga dipercaya rakyat. Kewenangan besar tersebut, ternyata lembaga begitu dipercaya disalahgunakan," tutur dia.
Samad sudah membantah soal tudingan ini. Menurutnya dia biasa bertemu dengan elite politik terkait tugasnya sebagai Ketua KPK.
(spt/ndr)











































