"Sekali lagi dari seluruh pertemuan, ada kaitannya dengan BG jadi tersangka. Saat menetapkan agak kesal.
Jam 00.30 malam 19 Mei (Samad-red) ungkapan kekecawaan muncul gagal karena BG. Dan saya pribadi dan saya terlibat di dalamnya," jelas Hasto usai diperiksa, Selasa (3/2/2015).
Hasto menjelaskan, dia merasa bertanggung jawab karena yang membangun lobi dengan Samad. Hasto tetap yakin kalau penetapan tersangka BG karena kemarahan Samad. Walau KPK menyebut berdasar data PPATK dan LHKPN, dan penyelidikan sudah dilakukan sejak pertengahan 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hasto soal pertemuan itu menurutnya dimulai dengan Samad yang membuka komunikasi.
"Gimana kami meminta pimpinan KPK susah bertemu, gimana bisa berikan penawaran. Kami tidak berani menawarkan sesuatu selain dari inisiatif dari beliau. Kami sendiri tidak punya kapasistas itu," tutur dia.
(spt/ndr)











































