PPP Solo Terus Desakkan MLB

PPP Solo Terus Desakkan MLB

- detikNews
Senin, 31 Jan 2005 15:47 WIB
Solo - Desakan para kader dan pengurus PPP di daerah agar diadakan muktamar luar biasa (MLB) terus bergema. Bahkan ajang Silaturahmi Nasional PPP yang akan diadakan sebulan mendatang akan dijadikan sebagai ajang penggalangan dukungan digelarnya MLB."Usulan MLB harus didukung lebih dari separoh DPC di Indonesia. Pada silaturahmi nasional di Jakarta tanggal 25-26 Februari mendatang seluruh ketua DPC diundang. Pada saat itulah kami akan menggalang dukungan agar bisa digelar MLB. Kalau berhasil akan ada kesepakatan tertulis," ujar Ketua DPC PPP Solo, Hasan Mulachela, Senin (31/1/2005).Selain persyaratan legal formal sesuai AD/ART tersebut, faktor penentu lainnya adalah jika usulan itu didukung oleh para pengurus DPC PPP di daerah kantong massa NU yang merupakan mayoritas pemilih PPP. Tanpa ada dukungan mereka, menurut Hasan, memang agak sulit mengupayakan berlangsungnya MLB.Namun Hasan mengatakan bahwa di saat-saat ini, dukungan digelarnya MLB juga sudah datang dari beberapa para tokoh PPP yang berasal dari NU. "Saya dengan Pak Toyfoer (Ketua DPW PPP Jateng, yang berasal ari NU -red) sudah mengisyaratkan mendukung MLB. Kabar ini cukup menggembirakan bagi kami," lanjutnya.Muktamar DipercepatTerpisah, tokoh PPP Solo Mudrick SM Sangidoe berharap agar tidak digunakan istilah MLB. Menurutnya, istilah yang lebih tepat digunakan adalah muktamar dipercepat.Kesan yang timbul dengan penggunaan istilah MLB, kata Mudrick, adalah sedang terjadi insiden atau konflik internal yang sangat mendasar. "Padahal yang dibutuhkan hanyalah reformasi kepengurusan," kata dia.Mudrick juga menyayangkan Sekjen DPP PPP Yunus Yosfiah yang menyatakan bahwa desakan percepatan muktamar itu hanya datang dari segelintir kader. Padahal desakan itu datang dari sebagian besar kader dan simpatisan PPP sebagai bentuk loyalilitas kepada partai."Orang-orang DPP, termasuk Yunus Yosfiah itu, selama ini tidak pernah turun ke bawah untuk menyerap asprasi. Apalagi Yunus itu baru dua tahun bergabung di PPP lalu jadi Sekjen, jadi dia sama sekali tidak paham jerohan (isi hatinya) orang-orang PPP. Orang-orang macam inilah yang merugikan partai," tandasnya.Menurut Mudrick, persoalan yang harus dipertanggungjawabkan pengurus DPP dalam muktamar dipercepat itu adalah alasan pencalonan Hamzah Haz sebagai capres serta alasan bergabung dalam Koalisi Kebangsaan. "Dukungan suara kepada Pak Hamzah yang jauh dibawah suara PPP adalah cermin terjadinya krisis kepercayaan kepada pengurus DPP," kata dia. (nrl/)


Berita Terkait