Inikah Pesan Penting Jokowi ke Hendropriyono?

Inikah Pesan Penting Jokowi ke Hendropriyono?

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2015 12:45 WIB
Inikah Pesan Penting Jokowi ke Hendropriyono?
Jakarta - Siang ini mantan Kepala BIN AM Hendropriyono dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan. Pesan apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut?

Tak seperti biasa Hendropriyono datang dan meningalkan Istana Kepresidenan tanpa banyak bicara kepada wartawan. Setelah satu jam berjumpa Presiden Joko Widodo, sekitar pukul 11.45 WIB, Selasa (3/2/2015), mobil Audi Hitam B 94 yang ditumpangi Hendropriyono datang langsung menjemput sang empunya dekat pintu masuk istana.

Hendropriyono langsung masuk mobil. Kaca mobilnya pun terus ditutup meski awak media sudah menunggu. Tak sepatah katapun keluar dari mulut orang kepercayaan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut sejumlah sumber pertemuan Hendropriyono dengan Jokowi terkait nasib pelantikan Komjen Budi Gunawan. Apalagi pihak istana menyebut Presiden Jokowi akan mengambil keputusan soal dilantik atau tidaknya Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri dalam waktu dekat.

Lalu pesan apa yang disampaikan Jokowi ke Hendropriyono? Selama ini Hendro termasuk yang terus mendukung agar Presiden Jokowi melantik Komjen Budi jadi Kapolri. Langkah itu dinilai dapat menyelesaikan polemik KPK vs Polri.

Namun isu santer Jokowi malah ingin membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Kabarnya presiden sedang mencari nama baru calon Kapolri. Apakah ini yang disampaikan Jokowi ke Hendropriyono? Hal tersebut sama misteriusnya dengan sosok calon Kapolri baru yang akan diusulkan Jokowi ke DPR.

Namun pernyataan Mensesneg Pratikno mungkin bisa menjadi gambaran jawaban pertanyaan itu. Pratikno sudah memberi sinyal kuat Presiden Jokowi bakal membatalkan pelantikan Komjen Budi yang juga mantan ajudan Megawati itu jadi Kapolri.

"Tentu saja sangat indah kalau misalnya justru, misalnya Pak BG mundur. Itu kan selesai. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara, Selasa (3/2) sekitar pukul 11.30 WIB.
(van/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads