Awas, Pencopet Spesialis Angkutan Umum 'Rilis' Modus Baru
Senin, 31 Jan 2005 15:30 WIB
Jakarta - Anda biasa menggunakan angkutan umum? Tentunya, Anda sudah paham angkutan umum adalah lahan empuk para pencopet mengais rejeki. Bisa jadi, Anda pun sudah hapal modus para pengutil itu.Namun ada baiknya Anda terus waspada selama di angkutan umum. Pasalnya, para bandit selalu memperbarui triknya untuk menggebet mangsa. Seorang pembaca detikcom, Aji Mira Esmeralda, mengirimkan e-mail yang berisi cerita modus paling anyar gerombolan pelaku kejahatan tersebut."Hingga kini saya masih trauma kalau ingat kejadian itu," kata karyawati swasta ini pada detikcom per telepon, Senin (31/1/2005) pukul 15.00 WIB."Tapi peristiwa itu membuat saya waspada. Saya kini kalau duduk di bus memilih yang bagian depan dekat pintu biar kalau ada penjahat cepat bisa keluar. Saya juga selalu perhatikan orang-orang yang naik dan tidak bawa barang macam-macam," urai Mira.Yang menjengkelkan, Mira tidak bisa berkutik apa-apa melihat aksi kejahatan itu. Mau teriak salah, tidak bertindak salah juga. "Jikalau saya wonderwoman...," katanya berandai-andai. Yang bisa dilakukannya hanyalah menulis ceritanya dan mengirimkan via e-mail kepada para koleganya. E-mail Mira juga menyebar ke berbagai mailing list (milis).detikcom juga mendapat tembusan cerita perempuan yang berkantor di kawasan Segitiga Emas tersebut. Berikut petikannya:Kamis, 27/1/2004 sekitar pukl 07.30 WIB, ada kejadian yang sangat mengerikan sepanjang berangkat ke kantor. Seperti biasa saya naik bus Kopaja P19 (jurusan Ragunan-Tanah Abang) dari Blok M dan turun di depan Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta. Sebagai penumpang tetap bus P19, saya sudah hapal dengan wajah-wajah pencopet yang berkeliaran di dalam bis. Rata-rata gerombolan mereka berkisar 3 sampai maksimum 5 orang, gaya mereka biasanya seperti orang yang mau berangkat kerja (pakai hem dan membawa tas sandang atau map).Modus operandi mereka biasanya dilakukan dengan berdiri atau menghalangi penumpang yang hendak turun baik melalui pintu depan atau pun belakang. Sudah berkali-kali saya menyaksikan copet beraksi baik mengambil dompet maupun HP (barang yang paling mudah dicuri), sayangnya saya tidak dapat berbuat apa-apa ... Dan pagi ini sungguh luar biasa ... sepanjang Blok M menuju ke arah Ratu Plaza semua baik-baik saja, artinya penumpang yang naik turun adalah penumpang biasa, namun begitu bis berhenti di depan STC (Senayan Trade Center) dekat Ratu Plaza, bus distop oleh gerombolan orang sejumlah kurang lebih 8 orang. Seperti biasa mereka bergaya "copet mau kerja". Tadinya saya tidak begitu memperhatikan mereka, tapi begitu melihat sebagian besar tangan-tangan mereka bertato saya mulai berhati-hati. Bus terus melaju. Kejadian pertama terjadi sewaktu salah satu penumpang laki-laki hendak turun di kolong GKBI. Tanpa salah apa-apa laki-laki itu dipukul dan didorong dari dalam bus oleh salah satu pencopet. Saya bertanya-tanya ada apa ini? Saya perhatikan laki-laki yang turun tadi tampaknya benar-benar seperti karyawan. Tak lama kemudian mulai banyak penumpang yang akan turun di Benhil. Di situ mulai terdengar teriakan-teriakan penumpang yang kena pukul. Rupanya kepala copet dengan beringas mulai memukul penumpang laki-laki. Saat itu saya semakin waspada. Biasanya anggota copet yang lain akan beraksi saat kita lengah. Perlahan-lahan dengan disertai beberapa pukulan, penumpang laki-laki dapat keluar dari bis, dan ada seorang perempuan muda yang sebelum turun sempat berkata "Awas tuh gerombolan copet!" Dan perempuan itu langsung didorong kepalanya oleh salah satu copet dan diludahi! Saat itu penumpang lain sudah mulai panik selain melihat pencopet memukul ke sana ke mari, kami terjebak di antara 8 orang copet tersebut. Ketika saya berdiri untuk turun, tiba-tiba kepala copet menuju ke arah saya dan tanpa bicara apa-apa seorang bapak yang duduk di sebelah saya ditampar, dipukul dan berkali-kali ditonjok perutnya dengan keras dan kasar oleh pencopet itu. Sementara bapak itu berteriak-teriak kebingungan dan kesakitan karena dia tidak merasa berbuat salah terhadap penumpang lain. Untung dia segera sadar dan berdiri, saat itu saya belum bisa keluar dari bis dan berdiri di dekat pintu masuk. Dengan jarak yang sangat dekat bapak tersebut ditendang kuat-kuat oleh copet tadi membuat dia hampir terjatuh dan saya terdorong ke arah sopir bis. Saya reflek mencari pegangan agar tidak jatuh dan kesempatan itu dipakai oleh penumpang lain untuk segera turun dari bis begitu juga saya (saya terus berdoa mohon perlindunganNya). Sampai di bawah, ada beberapa orang yang bisa meloloskan diri selain saya. Kami kemudian mengambil kesimpulan bahwa: 1. Orang-orang yang dipukul atau diludahi adalah orang-orang yang sempat memberi peringatan kalau ada copet didalam bis itu. 2. Copet-copet itu ingin membersihkan bis dari laki-laki, artinya mereka kemudian bisa dengan leluasa bisa beraksi tanpa perlawanan dari perempuan. 3. Copet-copet itu membuat keonaran dan tindakan brutal sebagai shock therapy buat penumpang agar lain waktu tidak menghalang-halangi tindakan mereka dengan mengingatkan penumpang lainnya. 4. Copet-copet itu ingin mengalihkan perhatian kita agar mereka bebas beraksi. 5. Mereka membawa senjata tajam dengan begitu mereka merasa percaya diri untuk bertindak begitu brutal (hati-hati bagi penumpang). Rekan-rekan dari kejadian pagi ini, sebaiknya kita : 1. Tidak menggunakan perhiasan sama sekali kecuali jam tangan (jangan yang bermerk!) jika hendak menggunakan kendaraan umum. 2. Bagi perempuan, gunakan tas dengan model aman (tidak mudah dibuka) dan jangan biarkan kedua tangan penuh menjijing barang-barang lain (tas tentengan, payung dll) karena akan membatasi ruang gerak kita dalam kondisi darurat. 3. Matikan HP selama perjalanan (menjawab telepon dalam kendaraan umum akan memancing orang lain berbuat jahat). 4. Perhatikanlah orang-orang di sekitar Anda. Jika sedang berdua dengan teman, jangan terlalu larut dalam obrolan. 5. Jangan membuka tas sepanjang perjalanan karena dengan demikian orang lain dapat mengetahui isi tas kita. 6. Sediakan uang receh di dompet kecil terpisah sehingga tidak perlu membuka tas sewaktu membayar ongkos. 7. Jika kita sudah mengenali orang yang baru naik adalah copet, secepatnya turun dengan gerakan yang tidak mencurigakan pencopet tersebut. 8. Selalu berdoa saat meninggalkan rumah dan selama beradadi jalan. Mudah-mudahan informasi ini berguna buat rekan-rekan sekalian terutama yang masih menggunakan kendaraan umum dan ingat kata bang Napi "Wasssspadalah!".Seorang pembaca detikcom lainnya, M Ardiansyah, juga mengingatkan agar waspada saat menumpang bus Kopaja 66 jurusan Blok M-Manggarai. "Karena modusnya sama dengan itu," pesannya.Anda juga punya cerita tentang modus pada pencopet spesialis angkutan umum? Atau trik orang jahat lainnya? Kirimkan ke redaksi@staff.detik.com untuk dibagikan kepada pembaca.
(nrl/)











































