Mengenai munculnya foto mesra bersama seorang wanita yang baru saja beredar, Samad dengan tegas membantahnya. Ia pun menunjukkan bukti hasil analisa tim forensik KPK yang telah menemukan bahwa foto tersebut adalah hasil rekayasa.
"Saya katakan itu semua rekayasa dan kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Samad di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (2/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan kali ini KPK mengalami kriminalisasi seperti ini seperti juga pak Antasari dan lainnya," kata pria asal Makassar itu.
Mengenai laporan-laporan pidana yang menyerang para pimpinan KPK, menurut Samad ada hubungannya dengan penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK. Termasuk dengan adanya tudingan pertemuan antara dirinya dengan elite PDIP saat masa pilpres.
"Sulit dibantah bahwa itu erat hubungannya, itu terkait dengan penetapan BG sebagai tersangka, ini ada tujuan-tujuan untuk mengkriminalisasi dan sulit dibantah tidak ada hubungannya dengan penetapan BG sebagai tersangka," jelas Samad.
"Saya tidak membantah nama saya digadang-gadang sebagai cawapres tapi saya tidak pernah menginisiatif jadi cawapres dan tidak pernah menukar untuk suatu kasus di KPK, ini ujian integritas bagi KPK," tutupnya.
(ear/fjp)











































