100 Hari Hujan Kritik, SBY Minta Jajarannya Tak Reaksioner
Senin, 31 Jan 2005 13:25 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta jajaran pemerintahan untuk tidak gusar atau memberikan reaksi berlebihan atas kritik-kritik berbagai pihak yang menyatakan program kerja 100 hari pemerintahan SBY itu gagal.Presiden meminta agar kritikan tersebut dapat dijadikan sebagai instrumen untuk memicu dan memacu agar pemerintah dapat bekerja lebih baik lagi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. "Sambutlah kritik dengan jiwa besar dan terbuka untuk memacu kita bekerja lebih baik," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan pengarahan penghargaan pemenang lomba kelompok sektor kelautan, perikanan tingkat nasional, di Istana Negara, Senin (31/1/2005).Presiden mengakui dan merasakan bahwa kritik yang disampaikan mengagetkan. Selain menggunakan kata-kata yang keras, terkadang tidak menggunakan kriteria yang tepat. "Salah satu contoh ada yang mengatakan pemerintah gagal menanggulangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Tidak mungkin masalah itu selesai dalam 3 bulan. Tapi yang penting ada keamanan rakyat untuk mengatasi pengangguran.Susilo Bambang Yudhoyono juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengharapkan dalam 100 hari pertama semua permasalahan negara dapat diselesaikan dengan baik.Lebih lanjut, ia meminta masyarakat luas dapat secara obyek dan rasional memilai kinerja perintahannya. Para meter penilaian adalah mencermati perkembangan ekonomi, politik dan hukum di daerah masing-masing.
(jon/)