Sejumlah kalangan memang melihat kehadiran Puan di acara pernikahan elite PKS Achmad Rilyadi akhir pekan lalu sebagai manuver politik. Apalagi Puan duduk semeja bundar dengan elite KMP seperti Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Hatta Rajasa, Ketum Golkar Aburizal Bakrie dan Presiden PKS Anis Matta.
Penampakan kemesraan Puan dengan elite KMP tersebut sangat jelas terlihat di foto yang diunggap Sekjen PKS Taufik Ridlo pada Minggu (1/2/2015). Puan seolah ingin menyampaikan pesan ke Presiden Joko Widodo bahwa dirinya juga diterima dengan baik di KMP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tertutup itu Prabowo melaporkan hasil pertemuan empat mata dengan Presiden Joko Widodo. KMP pun sepakat mendukung apa pun langkah yang diambil Presiden Joko Widodo terkait penyelamatan KPK dan Polri. Termasuk keputusan Presiden Joko Widodo apakah melanjutkan atau membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri. Sikap ini lebih menyejukkan Presiden Jokowi ketimbang KIH yang terus menekan agar Komjen Budi lekas dilantik.
KMP juga sepakat akan ikut memikirkan penyelesaian kisruh cicak vs buaya jilid III tersebut. Benar saja sore nanti para pimpinan DPR yang tak lain adalah elite KMP akan menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Mereka akan memberikan saran langsung ke Presiden Jokowi untuk mengurai benang kusut polemik KPK-Polri.
"Fokus cukup penting dari kami juga ingin memberikan saran kepada Presiden tentang pemberantasan korupsi,"β kata Wakil Ketua DPR dari PKS Fahri Hamzah saat tiba di gedung DPR, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Pernyataan Fahri Hamzah tersebut cocok dengan hasil rapat tertutup Prabowo dan petinggi KMP akhir pekan lalu usai bertemu Jokowi. Manuver Puan Maharani pun tinggal pesan politik untuk Jokowi, tak mengubah sikap KMP yang mengisyaratkan makin merapat ke pemerintahan Jokowi.
(van/nrl)











































