Jepang Hibahkan 11 Unit Mobile Pump pada Pemprov DKI

Jepang Hibahkan 11 Unit Mobile Pump pada Pemprov DKI

- detikNews
Senin, 31 Jan 2005 13:13 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang menyerahkan hibah berupa 11 unit mobile pump (pompa drainase yang mudah dipindah-pindahkan) dan dua unit trailer kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hibah senilai Rp 16 miliar untuk membantu penanggulangan banjir di Jakarta. Bantuan diserahkan oleh minister dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Masato Watanabe kepada Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Basuki Hadi Mulyo di Kantor Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Jl. Inspeksi Saluran Tawung Barat, Cawang, Jakarta, Senin (31/12005)"Bantuan berupa mobile pump ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menangani masalah banjir terutama di Jakarta. Jakarta sering tertimpa banjir yang disebabkan oleh kurang baiknya kondisi pengelolaan banjir," kata Watanabe dalam sambutannya. Mobil pompa ini berfungsi menyedot air dan dibuang ke sungai terdekat. Bentuknya seperti mobil pemadam kebakaran, memiliki dua pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik, dan dilengkapi selang sepanjang 150 meter. Sementara trailer memiliki tiga pompa yang masing-masing berkekuatan 250 liter per detik.Sementara Basuki Hadi Mulyo menyatakan bantuan pompa bergerak ini sangat penting untuk mengurangi genangan air yang ada di Jakarta pada musim hujan. Mobil ini akan dioperasikan pada titik-titik genangan di Jakarta. "Bantuan ini tidak menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Tapi setidaknya mampu membantu mengurangi," katantya.Saat ini DKI Jakarta telah memiliki 36 folder dan 27 mobil pompa di mana sebanyak 13 unit milik Pemprov DKI dan 14 milik Kantor Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane. Dengan bantuan hibah Jepang ini kini DKI Jakarta memiliki 38 mobil pompa.Namun menurut Wahyu Hartomo, Kepala Pimpinan Proyek Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Jakarta masih memerlukan sekitar 50-an mobile pump. "Untuk memaksimalkan pengendalian banjir kita masih memerlukan 50 mobile pump," jelasnya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads